Wednesday, April 8, 2026

Menhub Dudy Ungkap Bali Bakal Punya Water Taxi

Menhub Dudy Ungkap Bali Bakal Punya Water Taxi

JAKARTA, Nawacita – Menhub Dudy Ungkap Bali, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan Langkah alternatif jika rencana proyek MRT Bali tak kunjung terlaksana, di mana saat ini belum ada pembahasan Kembali terkait kelanjutan pembangunan MRT Bali bersama investor.

Dudy pun memberikan alternatif yakni proyek taksi air atau water taxi di kawasan Denpasar sebagai alternatif transportasi publik di Bali, sembari menunggu adanya perusahaan swasta atau investor yang berminat dengan proyek MRT.

“Jadi kami tetap berusaha untuk mencoba menawarkan kepada pihak-pihak investor yang sebelumnya sudah tertarik kepada pengembangan MRT Bali. Kami datang dengan salah satu solusi alternatif water taxi itu untuk menjembatani antara waktu yang ada dengan investor yang akan masuk Kembali ke proyek MRT Bali,” kata Dudy saat rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Proyek water taxi dirancang sebagai moda transportasi berbasis laut yang menghubungkan sejumlah lokasi strategis dan destinasi wisata utama di Bali, termasuk dari kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu.

Baca Juga: Menhub: Arus Balik di Tol Trans Jawa Terpantau Lancar, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta

Dalam pelaksanaannya, saat ini PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang ditunjuk sebagai operator water taxi tengah menyusun studi pra-desain dan studi kelayakan. Tahapan tersebut menjadi dasar sebelum masuk ke penyusunan detail engineering design (DED).

“Saat ini, ASDP yang akan menangani dan mengoperasikan water taxi, sedang dalam proses penyusunan studi DED, di mana pekerjaan konstruksi akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 hingga Juli 2027,” lanjut Dudy.

Ia menjelaskan kebutuhan investasi awal untuk pembangunan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 1,21 triliun. Di mana dengan adanya moda transportasi air baru tersebut, waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu via darat yang selama ini memakan satu sampai dua jam, dapat dipangkas menjadi 30 menit.

“Canggu itu termasuk 3 besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, di mana estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp1,21 triliun,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk menjamin keamanan pelayaran, Dudy mengatakan desain proyek transportasi air ini juga akan dilengkapi dengan pembangunan penahan gelombang (breakwater), terutama di titik-titik dengan karakter perairan yang tergolong ekstrem seperti kawasan Pantai Sekeh di Bandara Ngurah Rai dan di Pantai Berawa, Canggu.

cnbnws.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru