Tuesday, April 7, 2026

UMKM dan Pasar Tradisional Jadi Prioritas, Emil Tanggapi Kenaikan Harga Plastik

UMKM dan Pasar Tradisional Jadi Prioritas, Emil Tanggapi Kenaikan Harga Plastik

SURABAYA, Nawacita – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menaruh perhatian serius terhadap lonjakan harga plastik yang dinilai berdampak langsung pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Emil, kenaikan harga plastik dipicu oleh kondisi bahan baku serta rantai pasok global. Karena itu, Pemprov Jatim kini tengah melakukan pemetaan untuk mencari solusi yang tepat bagi pelaku usaha.

“Banyak UMKM yang sangat bergantung pada plastik. Maka kami minta dinas terkait memantau dan mendata, mana yang bisa beradaptasi dan mana yang memang tidak bisa,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia mencontohkan, sebagian pelaku usaha seperti pedagang pasar masih bisa didorong untuk beradaptasi, misalnya dengan mengajak konsumen membawa tas belanja sendiri atau menerapkan biaya tambahan untuk kantong plastik.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Tinggi serta Stok Terbatas, Ternyata Ini Penyebabnya

Namun, kondisi berbeda dialami pelaku usaha tertentu seperti penjual minuman atau makanan berkuah yang masih sangat bergantung pada kemasan plastik, termasuk UMKM yang melayani pesanan melalui ojek online.

“Kalau yang seperti itu tidak bisa hanya disemangati, tapi harus dicarikan solusi konkret. Karena ini menyangkut biaya kemasan yang langsung mempengaruhi harga jual,” jelasnya.

Pemprov Jatim, lanjut Emil, akan memprioritaskan sektor ekonomi paling mendasar seperti pasar tradisional agar tetap berjalan stabil. Sementara masyarakat dengan daya beli lebih tinggi diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan, termasuk pengurangan penggunaan plastik.

Di sisi lain, Emil juga menyinggung upaya efisiensi anggaran yang tengah dilakukan Pemprov Jatim. Setelah sebelumnya melakukan efisiensi hingga Rp4,2–4,5 triliun, pada tahun 2026 kembali dilakukan penyesuaian anggaran sebesar Rp2,8 triliun.

Ia menekankan, efisiensi harus dilakukan secara cermat tanpa mengganggu layanan publik.

“Jangan sampai efisiensi justru menghambat layanan rumah sakit, pendidikan, atau perizinan. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

(Alus)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru