Wednesday, April 1, 2026

Inovasi SDAD Dinas PUPR Kota Pasuruan Tangani Sampah Sungai dengan Trash Boom dan Trash Rack

Inovasi SDAD Dinas PUPR Kota Pasuruan Tangani Sampah Sungai dengan Trash Boom dan Trash Rack

Pasuruan, Nawacita – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Bidang Sumber Daya Air dan Drainase (SDAD) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berinovasi dalam menangani persoalan sampah sungai, khususnya di kawasan Pelabuhan Pasuruan. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu hingga bermuara di Sungai Gembong.

Kepala Bidang SDAD, Wahyudi Lami, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi menjadi salah satu solusi utama dalam mempercepat penanganan sampah di sungai.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pemasangan trash boom di sejumlah titik, seperti di sekitar Jembatan Slagah hingga kawasan pelabuhan. Alat ini berfungsi sebagai penghalang terapung yang menahan sampah agar tidak hanyut ke laut, sehingga memudahkan proses pengangkutan oleh petugas.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan inovasi trash rack, termasuk yang telah dilengkapi sistem motorisasi (trash rack motor). Alat ini mampu mengangkat sampah dari aliran sungai ke daratan secara lebih cepat dan efisien dibandingkan metode manual.

“Dengan adanya trash boom dan trash rack, penanganan sampah menjadi lebih efektif. Sampah tidak lagi menyebar hingga ke laut, melainkan bisa dikumpulkan dan langsung diangkat ke darat,” ujar Yudi Lami. Rabu 1 April 2026.

Baca Juga: HUT ke-44, Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan Soroti Pelayanan dan Kepedulian Sosial

Menurutnya, inovasi ini sangat membantu petugas di lapangan dalam mengurangi volume sampah yang selama ini mencapai puluhan meter kubik setiap harinya di kawasan muara Sungai Gembong.

Di sisi lain, sejumlah warga juga memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut. Salah satu warga sekitar pelabuhan, Ahmad (45), mengaku senang dengan adanya alat baru tersebut karena kondisi sungai mulai terlihat lebih bersih.

“Sekarang sudah agak mendingan, sampah tidak sebanyak dulu. Kalau bisa ya terus dirawat dan dibersihkan rutin,” ujarnya.

Namun, ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah.

“Masih ada saja yang buang sampah ke sungai, apalagi dari atas jembatan. Harusnya ada tindakan tegas biar jera,” tambahnya.

Baca Juga: Jelang Lebaran Ketupat, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Tekankan Kebersamaan, Ketertiban, dan Kesiapan Layanan

Hal senada disampaikan Siti (38), warga lainnya, yang berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga memperbanyak edukasi.

“Edukasi penting, terutama ke warga yang tinggal dekat sungai. Kadang bukan tidak tahu, tapi sudah jadi kebiasaan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Yudi Lami menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesadaran masyarakat.

“Kami terus melakukan sosialisasi melalui kelurahan, RT, dan RW agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Tanpa dukungan warga, upaya ini tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Harapannya, kebersihan Sungai Gembong dan kawasan pelabuhan dapat terjaga, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Penulis : Rahmat Ferry Gunawan

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru