Saturday, February 21, 2026

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat, Jatim Andalkan Kamera AI Pantau Arus

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat, Jatim Andalkan Kamera AI Pantau Arus

Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mematangkan skema Angkutan Lebaran 2026 lebih awal. Hal itu, untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung pada 17–18 Maret 2026, sekaligus beririsan dengan Hari Raya Nyepi.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menyampaikan bahwa Posko Angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 13 hingga 31 Maret 2026.

Ia menegaskan, langkah percepatan ini dilakukan karena masa angkutan tahun ini dinilai cukup kompleks, terutama dengan adanya penutupan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk saat Nyepi.

- Advertisement -

“Penutupan sudah dilakukan mulai 18 Maret karena 19 Maret bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Maka kami siapkan kantong-kantong parkir di sekitar Banyuwangi dan Ketapang untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan,” ujar Nyono, saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga: Posko 13–29 Maret, Menhub Apresiasi Kesiapan Mudik Jatim

Selain mengantisipasi arus mudik, Dishub Jatim juga memproyeksikan arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026, setelah cuti bersama 21–22 Maret.

Dari data arus mudik pada tahun lalu (2025), Nyono mengungkap mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 140 juta orang. Sementara di Jawa Timur, lonjakan signifikan juga diprediksi terjadi.

Sementara kendaraan keluar-masuk Jawa Timur melalui jalur arteri dari arah Jawa Tengah dan Bali terpantau sekitar 33 ribu kendaraan per hari.

“Data ini real time dari kamera AI kami yang terpasang di perbatasan,” tegas Nyono.

Nyono mengatakan, guna mendukung mobilitas tersebut, Dishub Jatim telah menyiapkan 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru