Sunday, February 22, 2026

Tak Sekadar Sunnah, Kurma Simpan Manfaat Medis untuk Berbuka

Tak Sekadar Sunnah, Kurma Simpan Manfaat Medis untuk Berbuka

NawacitaBegitu matahari terbenam di ufuk barat selama bulan Ramadan, jutaan umat Muslim di seluruh dunia melakukan ritual yang sama: membatalkan puasa dengan sebutir kurma. Tradisi ini bukan sekadar menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW atau merujuk pada ayat-ayat Alquran, melainkan sebuah keputusan medis yang sangat presisi bagi metabolisme tubuh.

Buah berbiji ini ternyata menyimpan profil nutrisi ‘unik’ yang menjadikannya bahan bakar ideal bagi raga yang telah mengosongkan perut selama belasan jam.

Booster Energi Tanpa Efek ‘Kaget’

Tak Sekadar Sunnah, Kurma Simpan Manfaat Medis untuk Berbuka. (foto: Al Haqqi).

Mengapa kurma begitu istimewa? Kuncinya ada pada manajemen glukosa. Saat berpuasa, tubuh mati-matian memproduksi glukosa untuk menjaga level energi. Begitu berbuka, tubuh membutuhkan asupan yang cepat serap namun tahan lama.

- Advertisement -

“Kurma cukup unik karena mengandung gula sederhana untuk energi instan, sekaligus karbohidrat kompleks,” ujar Shehnaz Bashir, ahli diet terdaftar asal Inggris, seperti dikutip dari BBC News.

Artinya, gula dalam kurma meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, sementara karbohidrat kompleksnya memastikan energi tersebut dilepaskan secara perlahan sepanjang malam. Paket komplit ini makin sempurna dengan kehadiran vitamin B6, A, K, serta zat besi yang membantu pemulihan nutrisi dalam waktu singkat.

Magnet Air dan Solusi ‘Rem’ Nafsu Makan

Selain urusan energi, kurma adalah jawaban bagi masalah dehidrasi. Meski teksturnya kering, kurma kaya akan kalium (potasium). Mineral ini bekerja bak magnet yang menarik cairan masuk ke dalam sel-sel tubuh, memastikan hidrasi berjalan lebih efektif dibandingkan hanya meminum air putih biasa.

Di sisi lain, kurma juga berperan sebagai ‘rem’ alami agar kita tidak kalap saat menyantap hidangan utama. Pola tradisional—makan beberapa butir kurma, salat Maghrib, lalu makan besar—memberi waktu bagi serat dalam kurma untuk mengirim sinyal kenyang ke otak.

“Ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengenali bahwa proses pencernaan telah dimulai,” tambah Bashir. Hasilnya? Risiko perut begah atau kenaikan berat badan akibat makan berlebihan (overeating) bisa ditekan.

Baca Juga: 7 Tips Memilih Kurma Manis Alami & Sehat Tanpa Gula Tambahan

Melancarkan ‘Lalu Lintas’ Pencernaan

Sembelit dan kembung sering menjadi keluhan klasik saat Ramadan karena perubahan pola gerak usus. Kurma hadir sebagai solusi berkat kandungan seratnya yang tinggi. Mengonsumsi kurma membantu merangsang pergerakan usus sehingga proses pembuangan sisa makanan tetap lancar meskipun frekuensi makan berkurang.

Bagi Anda yang kurang menyukai tekstur kurma yang orisinal, tak perlu khawatir. Ada ratusan varietas dengan tekstur beragam, mulai dari yang kenyal hingga yang lembut menyerupai karamel. Jika masih sulit mengonsumsinya secara langsung, mencampurnya ke dalam smoothie dengan susu atau yoghurt adalah cara cerdas mendapatkan manfaat maksimalnya.

Pada akhirnya, sebutir kurma bukan hanya soal tradisi atau rasa manis di lidah. Ia adalah teknologi pangan alami yang dirancang untuk menjaga mesin tubuh tetap prima selama bulan suci. inlh

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru