Thursday, February 19, 2026

Pemkot Surabaya Dorong Warga Segera Konfirmasi Data DTSEN, 181 Ribu KK Belum Terdeteksi

Pemkot Surabaya Dorong Warga Segera Konfirmasi Data DTSEN, 181 Ribu KK Belum Terdeteksi

SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong masyarakat untuk segera melakukan pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) apabila data mereka belum tercatat dalam sistem. Langkah ini dilakukan guna mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan strategis di tingkat pusat hingga daerah.

DTSEN merupakan basis data tunggal yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, evaluasi program, serta pengambilan keputusan pemerintah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menyampaikan bahwa proses survei DTSEN telah dilaksanakan sejak 16 Oktober 2025 hingga 20 Januari 2026, namun lebih dari 180 ribu Kartu Keluarga (KK) yang belum terdeteksi keberadaannya.

- Advertisement -

“Berdasarkan data yang kami terima dari Badan Pusat Statistik, terdapat sekitar 181.867 KK yang statusnya tidak ditemukan atau tidak bisa ditemui,” ujar Eddy, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Hadir di Bojonegoro, Mensos RI Gus Ipul Tegaskan DTSEN Data Tunggal Dikelola BPS

Ia menjelaskan, ribuan petugas yang terdiri dari sekitar 5.000 aparatur sipil negara (ASN) telah mendatangi alamat warga untuk melakukan pendataan. Namun, sebagian warga tidak berada di tempat atau tidak dapat ditemui saat proses survei berlangsung.

“Kami mengharapkan semua warga dari 181 ribu lebih tersebut dapat mengikuti survei DTSEN, karena tim surveyor sudah datang ke rumah masing-masing namun tidak menemukan yang bersangkutan atau mereka tidak mau ditemui,” jelasnya.

Pemkot Surabaya meminta warga untuk melakukan konfirmasi data melalui laman resmi yang telah disediakan pemerintah kota, yakni https://cekinwarga.surabaya.go.id/list-warga-dtsen. Melalui laman tersebut, warga dapat mengecek status pendataan sekaligus memperbarui informasi terkait alamat KTP dan domisili terkini.

Eddy mengatakan, setelah warga melakukan konfirmasi, petugas akan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam waktu satu minggu untuk melakukan survei ulang.

“Setelah kita mengetahui keberadaannya, dalam waktu satu minggu kami akan menghubungi nomor handphone yang ditampilkan untuk dilakukan survei ulang dan dimasukkan ke data DTSEN. Karena data ini sangat diperlukan pemerintah kota untuk perencanaan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Selanjutnya, tim surveyor akan mendatangi lokasi domisili warga guna memastikan data serta melakukan verifikasi.

Untuk memperluas sosialisasi, Pemkot Surabaya juga melibatkan pengurus RT dan RW serta perangkat kelurahan dan kecamatan. Sebelumnya, pemerintah kota telah melakukan sosialisasi melalui pertemuan daring bersama seluruh Ketua RT/RW sebelum 20 Januari 2026.

Selain itu, lurah dan camat juga akan dilibatkan untuk memastikan informasi pendataan DTSEN tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

Eddy menegaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan pemblokiran data bagi warga yang belum terdaftar. Pemerintah masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan konfirmasi data hingga 31 Maret 2026.

“Belum ada pemblokiran, kami minta warga untuk melakukan konfirmasi sampai dengan 31 Maret,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru