Terjebak Status Kewenangan, Jembatan Perbatasan Trenggalek dan Ponorogo Dibiarkan Ambrol?
Trenggalek, Nawacita.co – Warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, di perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo, kini menghadapi persoalan serius. Satu-satunya jembatan penghubung di Sungai Jabak dilaporkan ambrol, memutus akses vital antar dua kabupaten tersebut.
Jembatan itu selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga, termasuk akses pelajar menuju sekolah dasar hingga menengah pertama. Alternatif jalan memang tersedia, namun harus memutar sejauh kurang lebih 20 kilometer.
Tak sedikit warga kini terpaksa menggunakan gondola darurat untuk menyeberang sungai—cara yang dinilai berisiko, terutama saat debit air meningkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menyatakan bahwa secara kewenangan, jembatan tersebut bukan berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Karena itu bukan jalan provinsi, maka bukan kewenangan kami. Itu jalan penghubung dua kabupaten,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Gubernur Khofifah Susuri Medan Curam Dampak Longsor Trenggalek
Edy mengatakan, baik Kabupaten Trenggalek maupun Kabupaten Ponorogo memiliki keterkaitan wilayah, namun status jalan dan jembatan belum jelas tercatat sebagai aset siapa.
“Kadang memang terjadi saling menunggu, siapa yang membangun. Nanti akan kita telusuri dulu statusnya. Bisa saja diusulkan oleh salah satu kabupaten ke provinsi, atau bahkan ke pemerintah pusat,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi di lapangan dinilai mendesak. Warga berharap ada langkah cepat agar akses pendidikan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat tidak terus terhambat. Terlebih, penggunaan gondola darurat bukan solusi jangka panjang.
Pemprov Jatim memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait untuk mencari jalan keluar terbaik.
“Nanti kita koordinasikan, dilihat dulu status jalannya dan siapa yang berwenang. Setelah itu baru bisa ditentukan skema penanganannya,” pungkas Edy.
Di tengah tarik-ulur kewenangan, warga perbatasan kini menunggu kepastian. Sebab bagi mereka, jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan penghubung harapan.
Reporter: Alus


