Jangan Sembarangan! Ini 6 Cara Aman Ubah Kebiasaan Ngopi saat Ramadan
Jakarta, Nawacita | Ramadan waktunya menyesuaikan asupan kopi harian. Ada beberapa tips yang bisa ditiru untuk memudahkan mengatur asupan kopi di bulan suci ini.
Menjelang ramadan, banyak pencinta kopi mulai memikirkan cara mengatur ulang kebiasaan mengonsumsi sumber kafein. Selama bulan puasa, waktu konsumsi kopi otomatis berubah karena umat Muslim harus berpuasa.
Bagi yang terbiasa minum kopi beberapa kali sehari, perubahan ini bisa memicu sakit kepala, kelelahan, hingga mudah marah akibat gejala putus kafein. Gejala ini disebut juga sebagai gejala ‘withdrawal kafein’ yang kerap mengganggu.
Namun, dengan cara yang tepat, kebiasaan minum kopi tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu ibadah puasa. Dilansir dari Dancing Goat, ada beberapa tips yang bisa dimulai dari sekarang agar memudahkan mengubah kebiasaan minum kopi saat ramadan nanti.
1. Kurangi Kafein Secara Bertahap
Langkah paling penting adalah mulai mengurangi asupan kafein sebelum Ramadan tiba. Menghentikan kopi secara mendadak justru dapat memicu gejala withdrawal.
Mengganti kopi sore dengan teh atau decaf juga bisa membantu tubuh menyesuaikan diri secara perlahan. Strategi ini juga membantu menjaga kestabilan energi dan memudahkan untuk mengubah jadwal minum kopi selama ramadan.
Baca Juga: Populer di Media Sosial, Kopi Lemon Ternyata Punya Risiko untuk Tubuh
2. Pilih Waktu Ngopi saat Ramadan
Mengatur waktu minum kopi menjadi kunci penting agar tetap bertenaga tanpa mengganggu hidrasi dan tidur. Jika ingin minum kopi saat sahur, sebaiknya konsumsi dalam jumlah kecil dan imbangi dengan banyak air serta makanan yang menghidrasi seperti buah dan yogurt.
Sementara itu, waktu terbaik minum kopi biasanya setelah berbuka atau setelah salat tarawih. Namun, sebaiknya tidak langsung minum kopi saat berbuka.
3. Jangan Langsung Ngopi Setelah Buka Puasa
Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan cairan dan nutrisi sebelum menerima kafein. Disarankan menunggu sekitar 30-60 menit setelah berbuka sebelum minum kopi.
Cara ini membantu tubuh beradaptasi kembali dengan makanan dan minuman tanpa menimbulkan gangguan pencernaan. Memilih kopi decaf atau setengah kafein saat awal berbuka juga bisa menjadi solusi karena lebih ringan diterima tubuh.
Baca Juga: Kopi Santan jadi Tren Baru, Amankah Dikonsumsi? Ini Kata Ahli Gizi
4. Utamakan Hidrasi Tubuh
Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh. Oleh karena itu, menjaga hidrasi selama Ramadan menjadi sangat penting bagi konsumen kopi.
Selain air putih, konsumsi makanan kaya elektrolit seperti kurma, pisang, dan air kelapa juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kombinasi ini penting untuk menggantikan cairan yang hilang sekaligus menyeimbangkan efek diuretik dari kafein.
5. Pilih Jenis Kopi yang Tepat
Tidak semua kopi memiliki efek yang sama pada tubuh. Selama Ramadan, memilih jenis kopi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko gangguan lambung dan dehidrasi.
Cold brew, misalnya, memiliki tingkat keasaman lebih rendah sehingga lebih ramah bagi perut kosong. Kopi Arab tradisional juga sering menjadi pilihan karena kadar kafeinnya cenderung lebih rendah.
6. Cari Minuman Alternatif
Jika ingin mengurangi ketergantungan pada kafein, ada banyak minuman alternatif yang bisa dinikmati. Teh herbal seperti peppermint atau chamomile dapat membantu pencernaan sekaligus memberikan efek relaksasi.
Susu kunyit atau golden milk juga dikenal memberikan manfaat antiinflamasi dan cocok dikonsumsi saat malam hari. Alternatif ini membantu tubuh tetap mendapatkan minuman hangat yang menenangkan tanpa efek stimulasi berlebihan dari kafein. dtk


