Alasan Lampu Kabin Pesawat Diredupkan saat Takeoff dan Landing
Jakarta, Nawacita | Ternyata bukan hanya karena alasan keselamatan semata kenapa pesawat meredupkan lampu kabin saat lepas landas dan mendarat. Ini penjelasannya.
Saat naik pesawat, sebagian penumpang mungkin hanya fokus pada kursi pesawat yang nyaman atau makanan di kabin, tapi pernahkah traveler penasaran akan satu hal sederhana. Kenapa lampu kabin selalu diredupkan saat pesawat akan lepas landas dan mendarat?
Ternyata tindakan sederhana yang sering terlewat dari perhatian penumpang ini bukan sekadar soal suasana atau estetika kabin, melainkan bagian dari prosedur keselamatan yang sudah diterapkan oleh maskapai.
Menurut penjelasan dari sejumlah awak pesawat, dilansir Travel+Leisure, Jumat (13/2/2026), meredupkan lampu kabin memiliki alasan khusus yang berkaitan dengan prosedur keselamatan dan kenyamanan penumpang pesawat.
Kepala pilot Air Tahiti Nui, Agnes Chantre, menjelaskan bahwa meredupkan lampu kabin pesawat penting agar membuat mata para penumpang dapat beradaptasi dengan kegelapan. Lalu mengapa mata kita perlu beradaptasi?
Baca Juga: Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat di Pesawat
Jawabannya disampaikan oleh pramugari Paula S. Adams. Dia menjelaskan bahwa dalam fase kritis penerbangan (lepas landas dan mendarat) jika terjadi kondisi darurat seperti kecelakaan, lepas landas dibatalkan, atau evakuasi, penumpang dan awak kabin harus mampu melihat suasana di luar pesawat dan menyesuaikan diri dengan cepat.
“Lepas landas dan pendaratan adalah fase penerbangan paling kritis di mana sebagian besar insiden terjadi. Jika terjadi keadaan darurat, maka penumpang dan awak kabin perlu dapat melihat ke luar dan menyesuaikan diri dengan cepat,” kata Adams.
Dengan demikian, meredupkan lampu dalam kabin pesawat dilakukan untuk mengutamakan keselamatan para penumpang agar bisa beradaptasi dengan cepat dalam kondisi darurat.
Selain membantu mata penumpang beradaptasi dengan kondisi cahaya, meredupkan lampu kabin saat lepas landas dan mendarat juga memiliki fungsi penting lainnya.
Adams menjelaskan bahwa pencahayaan yang lebih redup dapat mengurangi silau pada jendela bagian dalam pesawat. Dengan begitu, awak kabin maupun penumpang dapat lebih mudah melihat potensi bahaya di luar pesawat, seperti api, asap, atau puing-puing, apabila terjadi situasi darurat.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Alasan Penumpang Tak Boleh Sembarangan Pindah Kursi Pesawat
“Ini (meredupkan lampu) dapat memudahkan awak dan penumpang untuk melihat bahaya di luar seperti api, asap, puing-puing, dll,” kata dia.
Tak hanya itu, kondisi kabin yang lebih gelap juga membuat isyarat visual di dalam pesawat menjadi lebih jelas terlihat. Salah satunya adalah penanda jalur evakuasi di lantai yang menggunakan strip fotoluminescent. Dalam kondisi minim cahaya, tanda-tanda ini akan tampak lebih terang sehingga memudahkan proses evakuasi jika diperlukan.
Adams juga menambahkan bahwa meski jumlahnya relatif kecil, meredupkan lampu kabin turut membantu menghemat daya listrik pesawat.
Pada beberapa jenis pesawat, pengurangan beban listrik yang tidak terlalu penting saat fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan memungkinkan sistem-sistem utama yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
=”Pada beberapa jenis pesawat, terutama yang lebih tua atau dalam situasi tertentu seperti mode daya rendah atau daya cadangan, mengurangi beban yang tidak penting selama lepas landas dan mendarat membantu memprioritaskan sistem yang penting untuk keselamatan penerbangan,” Adams menjelaskan. dtk


