Saturday, February 14, 2026

Dirut Pegadaian Buka Suara soal Isu Kelangkaan Emas Fisik

Dirut Pegadaian Buka Suara soal Isu Kelangkaan Emas Fisik

Jakarta, Nawacita | Dirut PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan membantah emas langka. Menurut Damar, saat ini terjadi lonjakan minat yang luar biasa dari masyarakat untuk memiliki emas fisik.

Damar mengatakan seluruh produk emas dijalankan Pegadaian menggunakan prinsip underlying aset rasio satu banding satu.

“Jadi, kami sampaikan bahwa prinsip syariah itu harus satu banding satu dan itu kita ambil di Pegadaian. Jadi, Pegadaian ini semua produk emasnya, barangnya udah ada, baru kita jual. Jadi, prinsip satu banding satu itu berlaku,” ujar Damar di Gade Tower, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

- Advertisement -

Damar menilai kelangkaan stok emas tidak hanya terjadi di Pegadaian, tapi juga di galeri atau butik emas lain. Banyak nasabah yang sebelumnya memiliki Tabungan Emas secara digital, kini berbondong-bondong mengajukan cetak fisik.

“Nah, kemarin kenapa ada kelangkaan? Semua fisik (emas) kelangkaan bukan hanya di Pegadaian mungkin di pasar juga kelangkaan dan animo masyarakat untuk mengambil cetak itu yang menurut kami sangat luar biasa minatnya. Yang dari tabungan online menjadikan untuk mencetak fisik,” terang Damar.

Baca Juga: Daftar Brankas Emas Terbesar di Dunia, Simpan Emas Lebih Dari 30 Negara

Damar menerangkan secara ketersediaan stok emas tersebut sebenarnya ada. Namun, proses mengubah emas batangan besar menjadi ukuran kecil yang diminati masyarakat membutuhkan waktu di pabrik atau percetakan.

“Dan untuk mencetak visi itu tentunya perlu proses dari yang 1 kg atau yang 12 kg dipecah-pecah menjadi setengah gram, satu gram itu butuh prosesnya. Sebenarnya tidak ada kelangkaan, tapi hanya proses pencetakan yang sedikit terlambat,” tambah Damar.

Sebelumnya, dalam unggahan di akun Instagram Pegadaian @pegadaian_id, terjadi lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan berdampak pada antrean proses cetak dan pengambilan emas.

“Saat ini Pegadaian terus mengoptimalkan produksi dan distribusi, dengan target seluruh permintaan tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026,” tulis Pegadaian.

Likuiditas emas nasabah tetap aman dan terjamin. Bagi nasabah yang membutuhkan dana segera, tersedia layanan gadai maupun buyback Tabungan Emas melalui outlet Pegadaian dan aplikasi Tring. Pegadaian mengimbau nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan berinvestasi emas sesuai kebutuhan serta profil finansial masing-masing. dtk

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru