Saturday, February 14, 2026

Armuji Kenang Sosok Adi Sutarwijono, Sahabat Inspiratif dan Sederhana

Armuji Kenang Sosok Adi Sutarwijono, Sahabat Inspiratif dan Sederhana

SURABAYA, Nawacita – Wakil Walikota Surabaya, Armuji, mengenang Ketua DPRD Surabaya, almarhum Dominikus Adi Sutarwijono, sebagai sosok sahabat yang inspiratif, sederhana, dan memiliki visi besar untuk kemajuan ke depan.

Armuji mengaku sangat kehilangan atas kepergian politisi senior PDI Perjuangan tersebut. Ia menyebut Adi Sutarwijono sebagai teman sekaligus sahabat yang selalu bersama dalam aktivitas di DPRD maupun di partai.

“Ya tentunya kami sangat kehilangan dengan sosok Mas Adi Sutarwijono, teman, sahabat yang selalu bersama kita pada saat di kantor DPRD maupun di partai,” ujar Armuji, Rabu (11/2/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang baik, inspiratif, dan memiliki visi yang kuat. Sosoknya yang sederhana dan egaliter membuatnya memiliki banyak sahabat.

“Beliau adalah orang yang cukup baik, sangat baik dan orang yang inspiratif karena memiliki visi yang cukup bagus ke depan dan itu yang tidak kita lupakan. Kehidupannya cukup sederhana, orangnya baik, egaliter, dan itulah yang membuat beliau banyak teman,” katanya.

Baca Juga: Profil Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya yang Tutup Usia

Armuji juga menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Adi Sutarwijono sebelum Rakernas PDI Perjuangan dan almarhum masuk rumah sakit. Ia mengaku sempat mengundang Adi makan bersama dan berbincang panjang.

“Terakhir ketemu saya itu saya undang makan, kita makan berdua, ngobrol. Itu pertemuan terakhir saya,” ungkapnya.

Ia menambahkan sempat ikut menjemput almarhum di Bandara Juanda, namun tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita Adi Sutarwijono.

Sementara itu, jenazah Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono diberangkatkan dari Jakarta pada Rabu (11/2/2026) siang menggunakan pesawat menuju Surabaya. Jenazah tiba di rumah duka Grand Heaven Surabaya pukul 16.42 WIB, didampingi rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Almarhum disemayamkan di Grand Heaven Surabaya lantai 1 ruang 105. Setibanya di lokasi, keluarga dan pelayat dijadwalkan mengikuti Misa Requiem pada pukul 18.30 WIB.

Untuk diketahui, Adi Sutarwijono meninggal dunia di RS MRCCC Jakarta pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Sosok yang akrab disapa Cak Awi itu dikenal pernah berkarier sebagai wartawan harian Surya, kemudian melanjutkan karier jurnalistik di Majalah Tempo hingga tahun 2003 sebelum terjun ke dunia politik.

Pria kelahiran Kademangan, Blitar, 4 Agustus 1968 tersebut juga dikenal aktif mendukung perjuangan PDI Pro-Mega pada 1996 dan era reformasi melalui pemberitaan di media massa. Sebagai mantan jurnalis dan politisi senior PDI Perjuangan, ia dikenal responsif dan mudah dihubungi masyarakat kapan saja.

“Kami ini wakil rakyat, kalau sulit dihubungi ya namanya bukan wakil rakyat,” ujar Adi Sutarwijono dalam sebuah wawancara dengan Nawacita.co beberapa waktu lalu.

Rangkaian penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/2/2026) pukul 11.00 WIB melalui ibadah tutup peti. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru