Bojonegoro, Nawacita.co – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti pelatihan pembuatan video promosi produk berbasis Artificial Intelligence (AI), Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di aula lantai II Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro.
Pelatihan ini diikuti UMKM yang tergabung dalam Pusat Kreativitas Bojonegoro (PUSKAB). Para peserta dibekali keterampilan membuat video promosi hanya dari foto produk masing-masing dengan memanfaatkan aplikasi AI gratis, yang selanjutnya dapat dibagikan melalui media sosial.
Ketua PUSKAB, Adib Nurdiyanto, mengatakan pelatihan ini bertujuan membantu pelaku UMKM agar memiliki materi promosi yang menarik dan profesional sehingga mampu meningkatkan penjualan.
Baca Juga: Momen Ketua PWI Bojonegoro Ikut Retret Kebangsaan di Pusdiklat Kemenhan
“Selama ini kalau membuat video promosi harus mengundang talent dan membutuhkan biaya. Sekarang tidak perlu lagi, karena bisa digantikan oleh tokoh atau model yang dibuat dengan teknologi AI,” jelas Adib.
Salah satu peserta, Lidya Kristiana, mengaku menyesal baru mengetahui adanya metode promosi yang mudah, murah, dan efektif melalui AI.
“Menyesal kenapa tidak dari dulu tahu dan belajar ini. Dengan foto produk dan video yang lebih baik, pemasaran juga jadi lebih maksimal. Semoga ke depan ada pelatihan lanjutan supaya saya tidak menyesal lagi,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Agus Budi Utama, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, khususnya terkait pemanfaatan AI untuk promosi produk.
“Harapannya produk saya bisa lebih laris dan ke depan usahanya semakin prospektif,” ujar pelaku usaha rice bowl tersebut.
Baca Juga: Cegah Penyebaran PMK, Disnakkan Bojonegoro Monitoring Sapi di Pasar Hewan
Sementara itu, Winarti, penjahit asal Kecamatan Balen, menilai penggunaan AI untuk promosi produk masih jarang dilakukan oleh pelaku usaha sejenis dirinya.
“Padahal hasilnya sangat bagus dan sangat direkomendasikan,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro turut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah percepatan yang dilakukan komunitas dalam membantu anggotanya, khususnya dalam pembuatan video promosi produk guna meningkatkan penjualan UMKM.
Ia menambahkan, kemampuan atau soft skill pemanfaatan AI sangat penting bagi pelaku UMKM.
“Di era sekarang, promosi menjadi kunci agar produk dikenal luas. Apalagi jika promosinya menarik dan viral, tentu peluang untuk dikenal masyarakat semakin besar,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Bojonegoro Lantik 201 ASN Pemkab di Kayangan Api, Kobarkan Semangat Pelayanan Publik
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Agus Purnomo, turut menjelaskan keberadaan lembaga tersebut.
Ia menyampaikan bahwa BRIDA Bojonegoro resmi dibentuk melalui pengesahan Raperda SOTK pada Oktober 2025.
Lembaga ini bertugas memperkuat kajian, penelitian, dan inovasi berbasis ilmiah guna mendukung kebijakan pemerintah daerah, sekaligus mengambil alih fungsi penelitian dan pengembangan (litbang) yang sebelumnya berada di bawah Bappeda.
“BRIDA berada di bawah Pemerintah Daerah dan dibentuk secara kolaboratif serta inovatif. Program dan pembentukannya dikoordinasikan langsung dengan BRIN. Diharapkan BRIDA menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mitra kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan berbasis riset,” jelas Agus.
Reporter: Parto Sasmito

