Tuesday, February 10, 2026

BBW Indonesia Hadir Surabaya: Tumbuhkan Gerakan Literasi dan Minat Baca Masyarakat

Surabaya, Nawacita.co – Surabaya menjadi kota pembuka sekaligus penanda satu dekade perjalanan BBW Indonesia dalam membangun gerakan literasi nasional.

Founder Big Bad Wolf Books, Andrew Yap mengatakan BBW telah berkembang dari sekadar bazar buku menjadi gerakan literasi yang dekat dengan masyarakat.

“Selama satu dekade terakhir, BBW berperan membawa perubahan di Indonesia, satu buku dalam satu waktu. Surabaya menjadi kota pembuka yang bermakna karena semangat membaca dan keterlibatan komunitasnya yang luar biasa,” katanya, Kamis (29/1/2026).

- Advertisement -

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto menyebut perayaan satu dekade ini menjadi kesempatan refleksi sekaligus loncatan baru.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Impor BBM Bisa Berkurang

“Sepuluh tahun BBW Indonesia berarti puluhan juta buku telah menemukan jalannya ke rumah, sekolah, dan komunitas. Di Surabaya, kami merayakan membaca sebagai pengalaman hidup yang lebih semarak dan membahagiakan. Komitmen ini akan berlanjut di 14 kota sepanjang 2026,” jelasnya.

Dalam gelaran BBW Surabaya 2026 yang berlangsung hingga 8 Februari 2026, pengunjung memperoleh berbagai promo, mulai dari diskon besar ribuan judul buku internasional, program Serba 50K dan 100K, koleksi Clearance Books, gratis kopi dan cokelat, hingga diskon khusus bagi sekolah dan institusi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai menilai penyelenggaraan Big Bad Wolf Books (BBW) Surabaya 2026 mampu memperkuat minat baca masyarakat Jatim melalui akses buku berkualitas dengan harga terjangkau selama bazar.

“Alhamdulillah, 2026 diawali lagi dengan bazar buku internasional di Jawa Timur. Ini menunjukkan minat baca dan literasi di Surabaya sangat kuat sehingga menjadi pilihan BBW,” jelasnya.

Baca Juga:  Bazar Pangan Murah Jadi Langkah Pemkot Bandung Antisipasi Inflasi Jelang Nataru

Ia menyebut animo masyarakat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan acara itu.

“Tadi saya lihat sendiri antreannya panjang sekali. Saya berharap bukan hanya warga Jawa Timur, tapi juga dari luar daerah datang ke Surabaya khusus untuk membaca dan membeli buku,” kata Aries.

Menurut dia, bazar buku seperti BBW penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama karena harga buku saat ini relatif tinggi.

“Dengan bazar seperti ini, harganya lebih kompetitif, bahkan ada yang Rp10 ribu atau Rp19 ribu. Ini bisa menarik masyarakat untuk kembali membaca buku daripada hanya scroll media sosial,” ujarnya.

Aries berharap, BBW tidak hanya digelar di Surabaya, tetapi juga menjangkau daerah lain di Jawa Timur.

Baca Juga: Beras SPHP Langka di Pasaran Tapi Bebas Dijual di Bazar Murah Pemerintah dan TNI Polri, Pedagang: Jelas Itu Merugikan

“Kalau bisa ada juga di Malang atau kabupaten kota lain. Peminatnya bukan hanya di Surabaya, tapi juga di daerah,” katanya.

Ke depan, Dinas Pendidikan Jawa Timur akan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan untuk memetakan daerah-daerah dengan tingkat literasi yang masih rendah.

“Kita perlu pemetaan bersama, daerah mana yang masih butuh intervensi agar penguatan literasi bisa lebih tepat sasaran,” tandas Aries.

Reporter : Denny

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru