Surabaya, nawacita – DPD Partai Demokrat Jawa Timur akan menggelar retreat bersama Fraksi Demokrat DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Demokrat Jatim untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memanaskan mesin partai sejak dini.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, mengatakan retreat akan diikuti seluruh anggota fraksi Demokrat, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk legislator sesuai daerah pemilihan serta kepala daerah dari Partai Demokrat.
“Ini dihadiri seluruh fraksi DPRD provinsi dan kabupaten/kota yang kita kumpulkan dalam satu forum retreat. Intinya adalah konsolidasi partai, pemantapan, dan penguatan,” ujar dr Agung Mulyono, Rabu (29/1/2026).
Berdasarkan pantauan, Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), telah tiba lebih dahulu di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
SBY didampingi Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Mallarangeng serta jajaran pengurus DPP Partai Demokrat.
Kehadiran SBY disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Mugianto, Bendahara DPD Demokrat Jatim dr Agung Mulyono, serta sejumlah pengurus DPD Demokrat Jawa Timur.
Dalam agenda makan malam bersama, SBY memberikan pengarahan kepada para kader Demokrat. Ia menyoroti kondisi ekonomi nasional terkini serta berbagai tantangan strategis yang akan dihadapi Indonesia ke depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Naufal M. Alghifary, Rasiyo, dan M. Soleh.
Menurut dr Agung Mulyono, retreat ini juga akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, serta jajaran pengurus DPP Partai Demokrat lainnya.
Agenda retreat akan diisi dengan diskusi “tiga pilar” Partai Demokrat yang melibatkan unsur legislatif, struktur partai, serta perwakilan kepala daerah dan kader strategis.
“Ada diskusi tiga pilar yang melibatkan DPRD provinsi, kabupaten/kota, dan unsur partai lainnya. Ini penting agar langkah ke depan seirama,” jelasnya.
Ia menegaskan Demokrat Jawa Timur tidak ingin menjalankan kerja politik secara mendadak atau dengan pola sistem kebut semalam.
“Kita tidak mau SKS. Semua harus terencana dan ter-planning. Jawa Timur sudah melakukan perbaikan struktur dari DPRD hingga tingkat paling bawah. Ini momentum yang sangat bagus,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr Agung Mulyono menyebut tahun 2026 menjadi titik awal pemanasan mesin Partai Demokrat untuk kembali merebut kejayaan di Jawa Timur.
“Mesin partai sudah mulai panas sejak sekarang. Harapannya, kursi Demokrat di DPRD Jawa Timur bisa kembali berjaya seperti dulu. Kita ingin mengembalikan kejayaan Partai Demokrat,” pungkasnya. Bdo

