Eri Cahyadi Jelaskan Alasan Pemkot Surabaya Fokus Bantuan Pendidikan ke Sekolah Swasta
SURABAYA, Nawacita – Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SMA dan SMK Negeri, dan memilih fokus menyalurkan bantuan ke sekolah swasta.
“Bu Gubernur mengeluarkan Surat Edaran (SE) bahwa seluruh di negeri tidak boleh ada penarikan atau tagihan,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Eri, pemberian bantuan kepada siswa sekolah negeri berpotensi berbenturan dengan SE tersebut. Karena di sekolah negeri biaya pendidikan sudah sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi, bantuan dari Pemkot dianggap tidak diperlukan dan berisiko menimbulkan kesalahan dalam penganggaran keuangan.
“Kalau mengeluarkan bantuan di negeri maka akan berbenturan dengan Surat Edaran ini sehingga kami konsentrasi ke swasta. Jangan sampai karena di sana gratis semua, kita memberikan ke negeri maka akan dianggap kekeliruan, kan itu gratis kok dibantu, itu nanti salah penganggaran keuangan,” jelasnya.
Baca Juga: Eri Cahyadi Jelaskan Prioritas Pembebasan Lahan dan Pembangunan Jalan Alternatif di Ketintang Inbox
Meski demikian, Pemkot Surabaya tetap memperhatikan kebutuhan siswa di sekolah negeri yang membutuhkan bantuan terkait perlengkapan seperti seragam atau rapor. Rencananya, Pemkot akan menjalin kerja sama langsung dengan kepala sekolah di wilayah Surabaya untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Karena itu kami akan turun ke sekolah negeri yang tetap diminta mapnya, rapor, seragam. Nanti kita buat MOU dengan kepala sekolah karena mereka di wilayah Kota Surabaya,” ujar Eri.
Eri juga mengenang era kepemimpinan sebelumnya, ketika SMA masih berada di bawah naungan Pemkot, semua kebutuhan siswa gratis, termasuk seragam dan tas. Ia menegaskan komitmennya agar warga Surabaya tidak kesulitan mengurus administrasi pendidikan, meski sekolah negeri berada di bawah kewenangan Provinsi. Langkah ini diharapkan tetap dapat membantu siswa yang membutuhkan sambil mematuhi aturan pemerintah provinsi dan nasional terkait pendidikan negeri.
“Karena ini wilayah Surabaya, jangan aneh-aneh lah, meski kebijakan SMA di Provinsi, tapi kalau nagih orang tidak punya di Surabaya ya berhadapan sama saya dan Cak Ji,” tegasnya.
Reporter : Rovallgio

