Mahasiswa Se-Jatim Suarakan Penolakan MBG dan Wacana Pilkada oleh DPRD
Surabaya, Nawacita – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan nasional yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi di depan DPRD Jawa Timur pada Senin (19/1/2026), yang dipimpin Koordinator BEM Nusantara Jatim, Deni Oktaviani Pratama.

“Kami bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, Malang Raya, Surabaya, Bojonegoro, Tulungagung, Kediri, hingga Situbondo menuntut didepan gedung ini agar para wakil rakyat ini mendengar keluhan kami dan masyarakat Jawa Timur,” Ucap Deni.
Deni menyebutkan, isu utama yang diangkat mahasiswa meliputi sektor pendidikan, lingkungan hidup, hak asasi manusia (HAM), serta penolakan wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD.
“Pilkada yang dipilih oleh DPRD merupakan kemunduran demokrasi. Rakyat seharusnya memiliki hak penuh memilih pemimpinnya setiap lima tahun,” tegas Deni.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak solutif. Menurutnya, berbagai insiden yang terjadi di lapangan justru menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan program tersebut.
“MBG bukan solusi. Banyak tragedi, siswa menjadi korban. Program ini justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara,” ujarnya.
Ia menegaskan, anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk peningkatan kualitas pendidikan, bukan dialihkan ke program yang belum terbukti efektivitasnya. Alus

