Tuesday, February 10, 2026

Rocky Gerung: NKRI Berdiri Karena Spirit of Humanity dan Human Solidarity

Surabaya, Nawacita.co – Akademisi dan filsuf publik Rocky Gerung menegaskan bahwa keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipisahkan dari dua prinsip utama, yakni spirit of humanity dan human solidarity.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Public Lecture: Spirit of Humanity dan Human Solidarity yang digelar di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

“Kita mau baca Indonesia dari Surabaya, kita mau baca negeri ini dari sejarah perjuangan para pahlawan, para pemikir awal bangsa ini, dan mulai melihat bahwa tanpa human solidarity, tanpa prinsip humanity, hilang yang namanya NKRI,” jelas Rocky.

- Advertisement -

Menurutnya, dua prinsip tersebut menjadi fondasi lahirnya Indonesia sebagai bangsa merdeka.

Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD: Kedaulatan Rakyat Bisa Diperjualbelikan

Ia juga mengutip pandangan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menempatkan solidaritas kemanusiaan bukan sekadar sebagai seruan kemerdekaan, tetapi juga sebagai upaya menjaga perdamaian dunia.

“NKRI dihasilkan karena dua prinsip itu, bahkan Bung Karno bilang solidaritas manusia itu bukan sekadar himbauan untuk merdeka, tapi menjaga perdamaian dunia. Itu yang dihasilkan di 1955 di Konferensi Asia Afrika,” katanya.

Rocky menjelaskan, spirit of humanity berarti mengembalikan nilai-nilai dasar bangsa yang pernah tumbuh kuat, yakni kepekaan terhadap sesama manusia, tanpa memandang latar belakang.

“Artinya mengembalikan apa yang sudah pernah ada di kita, yaitu kemampuan untuk peka pada sesama manusia,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan diskusi tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ribuan Guru Besar di Istana Tak Ada Isinya

Ia menilai forum semacam ini penting untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai universal.

“Public lecture semacam ini harus diperbanyak, karena kita ingin berinvestasi di bidang humanity. Kalau bicara tentang kehidupan dunia hari ini, semua anak muda enggak terlalu peduli dengan nationality, tapi percaya pada spirit of humanity,” tegasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum, serta menjadi ruang dialog mengenai peran nilai kemanusiaan dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru