Tuesday, February 10, 2026

Waspada! 5 Risiko Konsumsi Makanan Fermentasi saat Musim Hujan

Waspada! 5 Risiko Konsumsi Makanan Fermentasi saat Musim Hujan

Jakarta, Nawacita | Musim hujan membuat konsumsi makanan fermentasi perlu lebih diwaspadai. Kelembapan tinggi bisa picu kontaminasi dan gangguan pencernaan bila tak diolah tepat.

Musim hujan membawa perubahan besar pada pola makan dan kondisi tubuh. Kelembapan tinggi membuat masyarakat perlu lebih selektif memilih makanan.

Tak sedikit orang mengandalkan makanan fermentasi karena dikenal baik untuk pencernaan. Namun, kondisi cuaca ternyata bisa memengaruhi keamanannya.

- Advertisement -

Lingkungan yang lembap memudahkan bakteri dan jamur berkembang. Jika tak ditangani dengan tepat, makanan fermentasi justru bisa memicu gangguan kesehatan.

1. Risiko Kontaminasi

Musim hujan membuat kelembapan tinggi yang memicu lonjakan aktivitas mikroba, sehingga perlu ekstra waspada soal makanan. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan bila asupan tak dijaga.

Makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, acar, hingga kombucha dikenal ramah pencernaan. Namun saat musim hujan, konsumsinya perlu dibatasi karena kadar air di lingkungan sangat tinggi.

Kelembapan membuat bakteri dan jamur mudah berkembang, termasuk pada makanan fermentasi. Jika penyimpanan kurang tepat, makanan ini berisiko terkontaminasi dan memicu keracunan atau infeksi lambung.

Baca Juga: Rainbow Diet Jadi Tren Sehat, Ini 5 Warna Makanan yang Wajib Ada di Piring

2. Melemahkan Sistem Pencernaan

Menurut ajaran Ayurveda, fungsi pencernaan cenderung melemah saat musim hujan akibat kelembapan tinggi dan berkurangnya aktivitas fisik.

Kondisi ini membuat tubuh lebih sensitif terhadap makanan berat. Makanan fermentasi memiliki rasa asam alami dan tekstur yang relatif berat.

Saat pencernaan melambat, jenis makanan ini bisa memicu rasa tidak nyaman. Konsumsi berlebihan dapat memperparah keluhan seperti kembung, asam lambung, hingga sulit dicerna.

3. Menganggu Bakteri Baik Usus

Konsumsi makanan fermentasi memang bisa membantu menambah bakteri baik di usus. Namun, cuaca lembap saat musim hujan justru meningkatkan risiko infeksi.

Kondisi lembap memudahkan mikroba berkembang dan mengganggu keseimbangan bakteri usus. Akibatnya, manfaat fermentasi bisa berbalik menimbulkan masalah pencernaan.

Beberapa keluhan yang kerap muncul antara lain perut kembung, kram, hingga diare. Karena itu, konsumsi makanan fermentasi perlu lebih bijak di musim hujan.

Baca Juga: 5 Tren Makanan Sehat Ini Diprediksi Viral di 2026

4. Fermentasi Berlebihan

Perubahan suhu dan kelembapan berlebih saat musim hujan bisa memicu fermentasi berlebihan. Kondisi ini sering terjadi pada makanan fermentasi rumahan.

Adonan, acar, atau fermentasi lain bisa menjadi terlalu asam tanpa tanda jelas. Makanan yang tampak normal belum tentu aman dikonsumsi.

Mengonsumsi makanan yang terlalu terfermentasi berisiko memicu gangguan pencernaan. Bahkan, dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan keracunan ringan.

Agar aman dikonsumsi saat musim hujan, makanan fermentasi sebaiknya dibuat segar dan segera dihabiskan. Cara ini mencegah fermentasi berlebihan yang berisiko bagi pencernaan.

Simpan makanan fermentasi dalam wadah bersih dan kedap udara di kulkas. Hindari konsumsi jika aromanya terlalu asam atau tekstur serta warnanya berubah. Sebaiknya hindari minuman fermentasi mentah kecuali dibuat dengan standar kebersihan tinggi. dtk

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru