SURABAYA, nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong optimalisasi aset daerah senilai sekitar Rp60 triliun agar dapat menjadi sumber baru pendapatan daerah. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan kemandirian fiskal daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa sebagian besar aset tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, ke depan Pemprov Jatim akan mendorong pemanfaatan aset melalui kerja sama dengan pihak ketiga, baik dalam skema sewa maupun kerja sama pemanfaatan.
“Aset-aset tersebut akan kami dorong untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar memberikan nilai tambah dan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujar Adhy usai kegiatan Jatim Retreat 2026, Kamis malam (15/1/2026).
Selain optimalisasi aset, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi perhatian serius Pemprov Jatim. Pemerintah provinsi bersama DPRD Jawa Timur tengah melakukan evaluasi dan revitalisasi BUMD secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, proses bisnis, hingga manajemen.
“BUMD harus kembali ke khitahnya sebagai penghasil pendapatan daerah. Kami membuka ruang inovasi, kreativitas, serta desain pembiayaan baru agar produktivitas dan profitabilitas bisa meningkat,” tegasnya.
Di sisi belanja, Pemprov Jatim berkomitmen menerapkan pengelolaan anggaran yang lebih selektif dan efisien. Program prioritas tetap dijalankan, sementara belanja pendukung akan ditekan agar penggunaan anggaran lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


