Pemkot Surabaya Imbau Warga dan Pengusaha Beralih ke Sistem Parkir Non Tunai
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau seluruh warga dan pelaku usaha untuk mulai menggunakan sistem pembayaran non-tunai dalam layanan parkir. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Senin (12/1/2026).
Eri mengatakan, kebijakan ini didorong oleh hasil polling yang menunjukkan mayoritas warga Surabaya menginginkan transaksi non-tunai diterapkan secara luas. Karena itu, ia meminta masyarakat mulai membiasakan diri menggunakan metode pembayaran digital.
“Karena polling kita, seluruh warga Kota Surabaya menginginkan untuk non-tunai. Maka saya menghimbau seluruh warga Surabaya mulai hari ini bisa menggunakan non-tunai,” ujar Eri.
Selain kepada masyarakat, Eri juga menegaskan imbauan tersebut kepada para pengusaha yang memiliki lahan parkir di dalam area tempat usaha. Ia meminta agar sistem parkir di lokasi usaha sudah menggunakan metode pembayaran non-tunai, baik melalui gate system maupun perangkat pembayaran digital.
Baca Juga: Kekurangan Guru di Sekolah Swasta, Pemkot Surabaya Akan Koordinasi dengan MKKS
“Ini memang masa transisi, tapi saya menghimbau kepada seluruh pengusaha di Surabaya yang punya lahan parkir di dalam tempat usahanya sudah menggunakan non-tunai. Bisa menggunakan gate system, atau kalau tidak ada, dapat menggunakan alat yang mendukung pembayaran QRIS dan semua e-toll,” jelasnya.
Menurut Eri, penerapan sistem non-tunai bertujuan untuk meningkatkan transparansi, kejujuran, serta membangun kepercayaan antara pengelola, petugas, dan masyarakat. Dengan sistem yang tercatat secara digital, potensi kebocoran pendapatan bisa diminimalkan.
“Agar ada kejujuran, ada trust (kepercayaan), tidak ada yang saling menyalahkan. Non-tunai ini akan memberikan kepercayaan, transparansi, dan akhirnya bisa menguatkan pembangunan di Kota Surabaya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga mengingatkan bahwa Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk pemerintah tidak bisa bekerja maksimal tanpa adanya laporan dari masyarakat. Ia meminta warga turut berperan aktif jika menemukan pelanggaran di lapangan.
“Satgas bukan Tuhan dan bukan malaikat. Kalau ada permasalahan tapi tidak ada yang melapor, ya kami tidak tahu,” katanya.
Eri pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Surabaya dengan mendukung kebijakan yang mendorong tata kelola kota yang lebih baik dan bersih.
‘Ayo kita jaga Surabaya. Kapan kita berubah kalau tidak dimulai dari sekarang,’ pungkasnya.
Reporter: Rovallgio

