Sunday, February 15, 2026

Pengamat Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Jabar Bisa Mencapai Enam Persen di 2026

Pengamat Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Jabar Bisa Mencapai Enam Persen di 2026

BANDUNG, Nawacita – Pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menilai Jawa Barat memiliki modalitas kuat untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga enam persen pada tahun 2026.

Hal itu terlihat dari kuatnya indikator fundamental ekonomi Jawa Barat sepanjang tahun lalu. Tercatat, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar pada kuartal III 2025 sudah menyentuh 5,2 persen, mengungguli angka nasional.

Rizaldy mengatakan, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi hampir 40 persen terhadap PDRB. Akselerasi infrastruktur seperti BIJB Kertajati dan perluasan konektivitas jalan tol diyakini akan memperlancar arus logistik dan mobilitas ekonomi.

- Advertisement -

“Industri manufaktur tetap menjadi mesin pertumbuhan utama. Realisasi investasi, baik PMA maupun PMDN, juga menunjukkan tren yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rizaldy dalam keterangan yang diterima Nawacita, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Segera Umumkan Desa Penghasil Pajak Tertinggi di Jawa Barat

Meski demikian, Rizaldy menuturkan beberapa hambatan dalam proses pertumbuhan tersebut. Seperti konsumsi rumah tangga, yang menyumbang 55 persen terhadap PDRB yang harus terus dijaga. Sebab, investasi dalam jumlah besar tidak akan berarti banyak jika tidak mampu menyerap tenaga kerja secara masif dan mendongkrak daya beli masyarakat.

Senada dengan Rizaldy, pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi juga menyoroti pentingnya stabilitas inflasi yang saat ini berada di angka 2,63 persen. Ia menekankan adanya “pekerjaan rumah” besar bagi Pemprov Jabar, yakni pemerataan investasi dan insentif bagi sektor industri yang sedang tertekan.

“Investasi jangan hanya terpusat di wilayah utara seperti Bogor, Depok, Karawang, Bekasi, dan Bandung Raya. Jabar bagian selatan perlu perhatian serius,” tegas Acuviarta dalam keterangan yang diterima Nawacita, Selasa (6/1/2025).

Acuviarta juga mengkritik minimnya kebijakan spesifik pemerintah daerah untuk menyelamatkan sektor industri padat karya yang sedang goyang, seperti Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi Jawa Barat pada periode akhir 2025 menunjukkan dinamika yang menarik. PDRB harga berlaku tercatat sebesar Rp759,80 triliun sementara sektor pertumbuhan tertinggi jasa perusahaan melonjak hingga 16,37 persen.

Di sisi lain, andil terbesar produksi seperti industri pengolahan memberikan sumbangsih sebesar 1,35 persen. Sementara, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama dengan andil 2,91 persen.

(Niko)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru