BPS Jabar Catat Lonjakan Drastis Kunjungan Wisatawan ke Jabar saat Nataru 2025, Efek Larangan Study Tour dan Kebijakan WFA
BANDUNG, Nawacita – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat adanya lonjakan signifikan pada mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) serta Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di wilayah Tatar Pasundan selama periode libur perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengungkapkan bahwa fenomena “wisata dalam daerah” ini merupakan buah manis dari kombinasi kebijakan strategis.
Pemberlakuan skema Work From Anywhere (WFA) pada pengunjung Desember serta kebijakan tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang study tour keluar provinsi, menjadi katalisator utama.
“Kebijakan pemerintah berupa work from anywhere (WFA) pada 29–31 Desember memberikan dampak nyata. Kombinasi kebijakan ini mendorong masyarakat dan pelajar untuk memaksimalkan destinasi wisata di dalam daerah,” ujar Darwis dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Dedi Mulyadi: Dana Bagi Hasil Pajak dan Obligasi Jadi Bahan Bakar Pertumbuhan Daerah
Peningkatan geliat wisata ini tercermin langsung pada angka hunian hotel. TPK hotel gabungan (bintang dan non-bintang) di Jawa Barat mencapai 41,41 persen pada November 2025.
Khusus untuk hotel berbintang, Kota Bandung memimpin klasemen dengan tingkat hunian mencapai 63,84 persen. Disusul oleh Kota Sukabumi sebanyak 63,79 persen, Kota Depok 63,45 persen dan Kota Bogor 61,65 persen.
Sementara itu, tren positif juga terlihat pada pergerakan wisatawan nusantara yang mencapai 17,66 juta perjalanan pada November 2025. Angka tersebut menunjukan kenaikan 29,32 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tak hanya wisatawan domestik, aksesibilitas transportasi modern juga memperkuat daya tarik Jabar di mata internasional. BPS mencatat kunjungan Warga Negara Asing (WNA) melalui kereta cepat Whoosh menembus angka 16.635 kunjungan pada November 2025.
Sepanjang Januari hingga November 2025, total WNA yang masuk ke Jawa Barat menggunakan moda transportasi canggih ini telah mencapai 177.283 kunjungan.
Lebih lanjut, Darwis menambahkan bahwa masifnya aktivitas pariwisata lokal ini menjadi bantalan ekonomi yang kuat bagi Jawa Barat. Geliat ekonomi di sektor riil ini membantu menjaga stabilitas fiskal daerah, di mana inflasi Jawa Barat tercatat masih terkendali di angka 2,63 persen.
Kabupaten Bogor dan Kota Bandung ditegaskan tetap menjadi dua pilar utama destinasi yang paling banyak diserbu wisatawan, membuktikan bahwa daya tarik wisata perkotaan dan alam Jawa Barat masih menjadi magnet terkuat di tingkat nasional.
(Niko)

