Michael Saylor Strategy Kembali Borong Bitcoin 1.229 BTC di Jelang Awal Tahun 2026
SURABAYA, Nawacita – Strategy, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy dan dipimpin oleh Michael Saylor, kembali menambah kepemilikan Bitcoin (BTC) di tengah kondisi pasar kripto yang masih berada dalam tekanan. Pada pekan lalu, perusahaan tersebut membeli 1.229 BTC dengan nilai sekitar USD 108,85 juta atau setara Rp1,7 triliun, dengan harga rata-rata USD 88.568 per koin.
Dikutip dari Crypto Front News, Rabu (30/12/2025), transaksi terbaru ini membuat total kepemilikan Bitcoin Strategy meningkat menjadi 672.497 BTC. Nilai keseluruhan aset tersebut diperkirakan mencapai USD 58,7 miliar. Dengan harga rata-rata akumulasi Bitcoin di level USD 74.997, Strategy saat ini mencatat keuntungan belum terealisasi (unrealized gain) sebesar USD 8,31 miliar atau sekitar 16 persen.
Langkah agresif ini diambil di saat Bitcoin maupun saham Strategy sama-sama menghadapi tekanan sepanjang tahun berjalan. Sebelumnya, reli harga yang sempat terjadi terkikis oleh koreksi pasar global. Untuk mendanai pembelian Bitcoin terbaru, Strategy menjual 663.450 lembar sahamnya sendiri yang menghasilkan dana sekitar USD 108,8 juta.
Sinyal pembelian ini sebenarnya telah diberikan Michael Saylor melalui unggahan di platform X pada Minggu lalu dengan keterangan “Back to Orange”. Ungkapan tersebut dikenal luas di kalangan investor kripto sebagai kode bahwa Strategy akan kembali menambah kepemilikan Bitcoin.
Baca Juga: Perusahaan Strategy Milik Michael Saylor Tambah 168 Bitcoin, Total Kepemilikan Tembus 640 Ribu BTC
Pembelian BTC ini juga dilakukan setelah perusahaan sempat menahan diri dan memilih memperkuat cadangan kas dolar AS hingga USD 2,19 miliar, alih-alih langsung masuk ke pasar kripto.
Agresif Sepanjang Desember 2025
Sepanjang Desember 2025, Strategy tercatat cukup agresif menambah portofolio Bitcoin. Pada pekan yang berakhir 14 Desember, perusahaan menggelontorkan dana sebesar USD 980 juta untuk membeli Bitcoin, yang menjadi pembelian terbesar sejak Juli 2025. Sebelumnya, di awal bulan, Strategy juga menambah 10.624 BTC senilai USD 962,7 juta.
Meski demikian, pasar saham belum merespons signifikan. Saham Strategy tercatat stagnan di kisaran USD 158, meskipun kabar pembelian Bitcoin terus diumumkan ke publik.
Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin masih bergerak terbatas di rentang USD 87.000 hingga USD 90.000. Analis kripto Ted menilai, “Until Bitcoin reclaims the USD 90,000 level, the upside is capped. If it loses USD 87,000, a revisit of USD 84,000–USD 85,000 is likely.”
Analis lainnya, Killa, juga mengingatkan adanya potensi volatilitas jangka pendek. Menurutnya, “The moment this trend line is broken, it will condition people to look for longs. It will only result in another HTF LH.”
Siapa Michael Saylor?
Michael Saylor—bukan Michael Taylor—merupakan pendiri sekaligus Executive Chairman Strategy dan dikenal sebagai salah satu tokoh paling vokal dalam mendukung Bitcoin. Sejak 2020, Saylor menjadikan Bitcoin sebagai strategi utama penyimpanan nilai (store of value) perusahaan, bahkan menggeser peran kas tradisional dalam neraca keuangan.
Ia memandang Bitcoin sebagai “emas digital” dan lindung nilai terhadap inflasi, sehingga secara konsisten mendorong Strategy untuk mengakumulasi BTC, baik melalui kas internal, penerbitan saham, maupun instrumen utang. Sikap agresif dan keyakinan jangka panjang Saylor menjadikannya figur sentral dalam adopsi institusional Bitcoin secara global.
*Disclaimer:* Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis secara mendalam sebelum membeli atau menjual aset kripto. Media ini tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
ncnws.

