Penumpang Nataru di Pelabuhan Tanjung Perak Naik 7,1 Persen, Puncak Arus Balik Diprediksi 3–4 Januari
SURABAYA, Nawacita – Arus penumpang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Hingga saat ini, jumlah penumpang tercatat naik sekitar 7,1 persen dibandingkan Nataru 2024–2025.
Manajer Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Adam Novanandra, mengatakan peningkatan tersebut terjadi karena saat ini masih berada pada fase arus berangkat, sementara arus balik belum sepenuhnya berlangsung.
“Untuk era Nataru 2025–2026 ini memang sampai dengan saat ini, karena masih belum arus balik, terjadi peningkatan sekitar 7,1 persen dibandingkan periode 2024–2025,” ujar Adam saat ditemui Nawacita.co.
Untuk menambah kenyamanan penumpang, pengelola terminal juga menghadirkan berbagai fasilitas penunjang serta ornamen khas Natal dan Tahun Baru. Hal tersebut dilakukan agar suasana Nataru terasa lebih hangat bagi para pengguna jasa pelabuhan.
Baca Juga: Arus Nataru Terkendali, Polisi Siagakan Personel di Sekitar Terminal Purabaya
Adam menyebutkan, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 3 hingga 4 Januari 2026. Penumpang dengan tujuan dari wilayah Indonesia Timur seperti Makassar dan Balikpapan diperkirakan mendominasi pada tanggal tersebut.
“Puncak arus balik itu di antara tanggal 3 dan 4. Jadi memang tujuan-tujuan terbesar dari wilayah Timur, seperti Makassar dan Balikpapan, estimasinya ada di tanggal tersebut,” jelasnya.

Secara keseluruhan, selama periode Nataru mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, jumlah penumpang yang melintas di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan dapat menembus angka 125.000 orang. Hingga 29 Desember, total penumpang naik dan turun telah mencapai 66.188 orang, terdiri dari 35.234 penumpang naik dan 30.954 penumpang turun di Surabaya.
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) membentuk Posko Terpadu Nataru. Posko tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti Pelindo, KSOP, Polres Tanjung Perak, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.
“Untuk posko, kita namakan Posko Terpadu Nataru yang berisi teman-teman Pelindo dan stakeholder terkait seperti KSOP, Polres Tanjung Perak, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ungkap Adam.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng perusahaan pelayaran untuk membantu proses embarkasi dan debarkasi penumpang. Dukungan tambahan personel dari kepolisian, KSOP, serta tenaga kesehatan turut disiagakan demi kelancaran dan keamanan arus penumpang.
Pelabuhan Tanjung Perak sendiri melayani 13 rute pelayaran selama periode Nataru, di antaranya Banjarmasin, Balikpapan, Batu Licin, hingga Labuan Bajo. Namun, tujuan Makassar masih menjadi rute dengan jumlah penumpang terbanyak.
Sebagai perbandingan, pada periode Nataru tahun sebelumnya tercatat sebanyak 115.210 penumpang naik dan turun melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
Adam pun mengimbau seluruh penumpang untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan selama perjalanan, mengingat potensi kepadatan di kapal, terminal, hingga angkutan lanjutan.
“Tetap waspada dan jaga kesehatan, karena pasti akan terjadi kepadatan, baik di dalam kapal, area terminal, maupun angkutan lanjutan,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

