Tuesday, February 10, 2026

47 Kapal Disiapkan Layani Penyeberangan Merak–Bakauheni Selama Libur Nataru

47 Kapal Disiapkan Layani Penyeberangan Merak–Bakauheni Selama Libur Nataru

Bandarlampung, Nawacita | Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di daerahnya akan diperkuat dengan peningkatan konektivitas melalui kesiapan seluruh moda transportasi.

“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini di Provinsi Lampung juga diperkuat dengan peningkatan konektivitas melalui moda transportasi darat, laut, udara,” ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan untuk konektivitas di jalur laut, lintasan penyeberangan Pelabuhan Bakauheni menuju Merak tetap menjadi urat nadi nasional dengan pergerakan penumpang dan kendaraan yang tinggi.

- Advertisement -

“Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan kapal laut, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 47 kapal telah disiapkan untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni,” katanya.

Baca Juga: Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di ASDP Ketapang, Gubernur Khofifah Pastikan Kelayakan Armada

Menurut dia, ada pula kapal milik Pemerintah Provinsi Lampung yang dioperasikan yakni Kapal Dalom 1, armada itu dioperasikan oleh BUMD Provinsi Lampung bersama mitra operator.

“Di sektor udara, Pemerintah Provinsi Lampung juga memperkuat operasional Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional, sekaligus merealisasikan reaktivasi kembali Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan untuk mendukung moda transportasi udara,” ucap dia.

Dia mengatakan bahwa selama tahun 2025 ini, menjadi tahun awal penguatan fondasi pembangunan, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas antar wilayah melalui moda transportasi darat.

“Permasalahan utama, terletak pada kebijakan pembangunan jalan yang sebelumnya lebih terfokus pada kawasan ekonomi tertentu, namun kurang memperhatikan kepadatan penduduk. Kami mengubah strategi itu, pembangunan jalan kini diprioritaskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi agar manfaatnya dirasakan lebih luas, baik untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” jelasnya.

Ia menjelaskan pada 2025 Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan Rp400 miliar untuk perbaikan jalan, yang dampaknya dirasakan oleh 4-5 juta orang penduduk.

“Fokus utama adalah memastikan jalan bebas dari lubang agar aman dan nyaman dilalui, meski belum semuanya mulus sehingga konektivitas antar daerah terbentuk,” tambahnya. antr

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru