Menteri Iftitah Ungkap Pengabdian Patriot di Zona Banjir Sumbar dan Aceh
Surabaya, Nawacita.co – Bencana banjir yang menerjang Sumatera Barat dan Aceh beberapa pekan terakhir bukan hanya menyisakan kerusakan fisik dan terputusnya akses.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa para patriot yang ditempatkan di wilayah bencana justru menolak ketika ia meminta mereka kembali ke Jakarta untuk evakuasi.
“Saya ajak mereka kembali ke Jakarta, mereka malah menolak. Mereka bilang, ‘Pak, boleh tidak kami tinggal dulu di sini untuk membantu masyarakat?’” ujar Iftitah mengingat kalimat para Transmigrasi.
Alih-alih menyelamatkan diri, mereka memilih terus berada di garis depan, membantu warga yang aksesnya terputus dan menyalurkan logistik di daerah yang sulit dijangkau.
Baca Juga: Menteri Iftitah Dorong Revolusi Sains, Teknologi, dan SDM Unggul di Kawasan 3T
Di Sumatera Barat, situasinya tak kalah kritis. Banjir dan longsor memutus beberapa jalur vital, membuat beberapa titik transmigrasi sulit dicapai. Namun lagi-lagi, para patriot yang ditempatkan di sana justru memilih bertahan.
Saat Menteri Iftitah datang pada hari Sabtu beberapa minggu lalu, ia bermaksud membawa mereka pulang. Namun semangat pengabdian mereka mengubah rencana.
Keputusan itu juga membuat sang menteri memutuskan untuk tidak langsung kembali ke Jakarta. Ia memilih bolak-balik Medan–Aceh untuk memastikan bantuan berjalan dan tim di lapangan mendapat dukungan penuh.
Di Aceh sendiri Iftitah menemukan lima kawasan transmigrasi tercatat terdampak langsung banjir. Meski tingkat kerusakannya tidak seburuk fase awal bencana, dampak terbesarnya tetap terasa: isolasi wilayah.
Baca Juga: Adhy Karyono Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca ke-10: Jatim Antisipasi Risiko Hidrometeorologi
Beberapa jalan penghubung putus, membuat pasokan logistik tersendat. Menko Infrastruktur turun langsung meninjau lokasi, mencoba memulihkan jalur yang rusak agar bantuan dapat bergerak lebih cepat.
Kementerian Transmigrasi bersama BNPB kini memperkuat suplai bantuan, memastikan warga transmigran tidak terputus dari kebutuhan dasar.
“Dari internal kami sendiri, kami sudah menyalurkan banyak bantuan, dan terus memberikan masukan kepada BNPB untuk mempercepat distribusi logistik,” tegas Iftitah.
Banjir besar di Sumatera Barat dan Aceh memang memukul banyak sektor, terutama kawasan transmigrasi yang berada di titik-titik rawan. Namun bencana ini juga membuka mata, bahwa di daerah paling terpencil sekalipun, Indonesia punya anak bangsa yang tidak gentar menantang bahaya demi satu hal kemanusiaan.
Reporter: Alus



