Istigasah di Balai Kota Surabaya, Pemkot Pertegas Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar istigasah dan doa bersama di lobi lantai 2 Balai Kota, kegiatan tersebut diikuti jajaran Perangkat Daerah (PD) hingga camat, Selasa (9/12/2025) sore.
Istigasah merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap Senin dan Kamis atau Selasa dan Jumat, sebagai upaya untuk mendoakan wilayah lain yang terdampak bencana, utamanya keselamatan warga Kota Surabaya.
Walikota Eri menegaskan, berbagai bencana yang melanda di Indonesia menjadi pengingat bagi Pemkot Surabaya untuk selalu menyiagakan diri menghadapi berbagai situasi.
“Kita melihat banyak ujian yang datang menimpa saudara-saudara kita. Maka, saya sampaikan kepada teman-teman (jajaran pemkot), tidak mungkin kita menyelesaikan permasalahan di dunia ini hanya mengandalkan kemampuan kita sebagai manusia,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Kembali Kirim Bantuan ke Sumatera, Berangkat Rabu Pagi Lewat Jalur Laut
Cak Eri, sapaan akrabnya itu menekankan turut meminta seluruh jajaran Pemkot Surabaya untuk turut mendoakan dengan keyakinannya masing-masing.
“Yang non muslim, saya minta untuk berdoa di masing-masing tempat ibadahnya. Kepada yang Kristen di gereja, termasuk saudara kita yang beribadah di vihara, pura, maupun kelenteng, saya titip doa. Karena kedekatan kita dengan Tuhan inilah yang bisa menjauhkan Surabaya dari bala, bencana, dan fitnah,” ujarnya.
Harapannya dengan penyelenggaraan doa dari berbagai agama, Kota Surabaya selalu disertai perlindungan sang pencipta, agar tidak terkena bencana.
“Di Surabaya, mari udan (setelah hujan) ya sudah hilang. Kita berdoa terus agar Allah jika memberi hujan tidak melebihi kemampuan yang bisa diterima oleh buminya Kota Surabaya,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Lakukan Penertiban Gabungan Terkait Parkir Liar yang Viral di Sosmed
Walikota Surabaya dua periode itupun menegaskan pentingnya keselamatan rohani. Ia berharap seluruh masyarakat Kota Pahlawan selalu mendekatkan diri pada sang pencipta, serta terhindar dari perbuatan negatif.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Eri menjelaskan bahwa BPBD telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penanganan banjir rob di wilayah pesisir, serta skenario penanganan gempa sesar.
“Mitigasi bencana secara rutin dilakukan oleh BPBD. Dengan memantau perkiraan cuaca BMKG setiap hari, BPBD segera mengambil tindakan pencegahan di wilayah rawan seperti Gunung Anyar. Kesiapan ini mencakup perhitungan risiko yang matang, terutama karena Surabaya diketahui dilewati oleh sesar,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

