90 Persen Wilayah Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh Total
Aceh Tamiang, Nawacita | Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Hingga Selasa (2/12/2025), sekitar 90 persen wilayah tersebut masih terendam banjir yang membuat situasi semakin sulit bagi warga yang masih membutuhkan bantuan.
Menurut laporan Tribunnews pada Selasa (2/12/2025), Aceh Tamiang sudah luluh lantak akibat diterang banjir bandang. Masyarakat setempat harus bertahan dengan kondisi seadanya tanpa air bersih dan jaringan listrik yang masih padam.
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah telah meninjau Aceh Tamiang, meski perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu lima hari melalui jalur darat.
“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini,” ujar Marzuki.
Di beberapa titik, rombongan harus melewati jalur yang berubah menjadi sungai lumpur, dengan ancaman longsor dan arus deras yang setiap saat dapat membahayakan nyawa.
Baca Juga: Update BNPB: 753 Orang Tewas dalam Bencana Banjir-Longsor di Sumatera
Mereka melintasi ruas jalan yang terputus, terendam, dan tertutup lumpur pekat, bahkan di beberapa lokasi harus menyeberang menggunakan perahu karena jalan raya telah berubah menjadi sungai berarus deras.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Marzuki tetap berupaya memastikan kondisi personel, markas komando, dan pelayanan Kepolisian di tengah situasi darurat.
“Saya mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Irjen Marzuki penuh ketegasan dan empati.
Sementara itu, laporan Antara Aceh pada Rabu (2/12/2/205) sore menunjukkan, jalur lintas nasional Aceh Tamiang-Medan, Sumatera Utara yang sempat terputus akibat banjir bandang sudah dapat dilalui pada Selasa (2/12/2025).
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengatakan, jalur lintas Aceh Tamiang-Sumatera Utara, termasuk di kawasan Seumadam sudah normal dan tidak ada lagi titik longsor.
Air yang sempat menggenangi jalan sudah mulai surut, tetapi masih ada gundukan sisa tanah liat akibat tanah longsor. Armia berharap, terhubungnya jalur Aceh Tamiang-Medan dapat mempermudah penyaluran bantuan.
Baca Juga: Kemenkes Kirim Obat dan Nakes untuk Bantu Korban Banjir-Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Meski begitu, ia tetap meminta warga untuk waspada saat melintas di jalur tersebut karena hujan masih terjadi di beberapa titik.
“Iya benar. Alhamdulillah jalan nasional wilayah Aceh Tamiang-Sumut sudah normal dan sudah bisa dilewati truk besar,” ujar Armia.
Sebelum akses Aceh Tamiang–Sumut kembali terbuka, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyalurkan bantuan dengan menggunakan perahu. Langkah ini dilakukan karena banyak warga tinggal di wilayah pinggiran sungai yang masih sulit dijangkau. Armia juga mengaku telah meminta bantuan helikopter dari Mabes Polri agar dapat disiagakan di Paya Bedi.
Namun, ia belum dapat memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir bandang. Ia menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan agar posko kesehatan didirikan di setiap kecamatan.
Sementara itu, layanan rumah sakit masih belum dapat beroperasi karena lumpuh akibat terjangan banjir. “Jadi nanti kita juga akan coba ke arah Medan atau ke arah Langsa untuk bantuan kesehatannya,” pungkas Armia. kmps

