Wednesday, February 11, 2026

Pemprov Kaltim Targetkan Penurunan Stunting Signifikan dalam Setahun

Pemprov Kaltim Targetkan Penurunan Stunting Signifikan dalam Setahun

Samarinda, Nawacita | Prevalensi Stunting di Kaltim yang masih berada di angka 22,2 persen pada tahun 2024, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Angka ini masih di atas rata-rata yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji, dalam Dialog Publika dengan tema “Penguatan Intervensi Penanganan Stunting di Kaltim” yang diselenggarakan di Studio 2 TVRI Kaltim, Senin (24/11/2025).

“Kaltim 22,2 persen di tahun 2024, artinya perlu penanganan serius sehingga setidaknya prevalensi stunting di tahun depan bisa turun signifikan dalam setahun,” tegas Seno Aji.

- Advertisement -

Wagub Seno Aji menyatakan keyakinannya bahwa dengan intervensi yang terpadu dari Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota, angka stunting dapat diturunkan. Fokus intervensi dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan, khususnya bagi ibu hamil dan anak usia 0 hingga 11 bulan yang merupakan kategori rawan stunting.

Baca Juga: LPTQ Kaltim Mantapkan Persiapan Menuju MTQ Nasional 2026 Lewat TC Tahap I

Langkah-langkah intervensi utama yang dilakukan Pemprov Kaltim meliputi, pemeriksaan dan deteksi dini ibu hamil untuk mendeteksi kemungkinan penyebab stunting, terutama bagi mereka yang teridentifikasi kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pemberian makanan tambahan, vitamin dan bantuan lain dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan dan DP3A kepada ibu hamil dan menyusui.

Memberikan pengetahuan tentang pola stunting serta menduplikasi edukasi yang berhasil dilakukan oleh Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kota Bontang. Serta melakukan rapat koordinasi (rakor) berkala dengan seluruh kabupaten/kota untuk memantau progres, mengukur penurunan setiap bulan, dan mengevaluasi kinerja Posyandu.

Meskipun Kaltim mengalami pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH), Gubernur memastikan penanganan stunting telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan alokasi anggaran APBD untuk penanganan stunting yang terus bertambah. kltmprv

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru