Saturday, February 14, 2026

Pembangunan Infrastruktur 374 Desa di Bojonegoro Mulai Dikerjakan, Telan Anggaran Rp645 M

Bojonegoro, Nawacita.co – Ratusan desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur serentak melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, jembatan, dan sarana prasarana.

Pembangunan tersebut dilaukan melalui anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025, dengan total anggaran mencapai Rp645 miliar.

Selain manfaat akses jalan yang nyaman, nantinya bakal dirasakan langsung masyarakat, dalam proses pembangunan saat ini banyak menyerap tenaga kerja, khususnya warga lokal di setiap desa.

- Advertisement -

Salah satu desa di Kecamatan Balen, Desa Mulyoagung, sudah mulai proses pembangunan jalan poros desa sejak akhir Oktober 2025.

Dalam prosesnya, Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho menjelaskan awalnya desa mengajukan jalan desa yang membutuhkan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Setelah disurvei, muncul volume yang ditentukan pemkab. Selanjutnya, muncul SK Bupati, dan desa mengajukan proposal pencairan.

“Pencairan tahap pertama 50 persen dari total anggaran. Untuk 50 persen tahap kedua bisa diajukan dan dicairkan setelah progres pembangunan mencapai minimal 90 persen,” terangnya, Minggu (23/11/2025).

Kades yang pernah aktif dalam Non Government Organization (NGO) Institut Development of Society (IDFoS) Indonesia itu menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengadaan, untuk nominal di atas Rp200 juta harus dilakukan lelang, sedangkan di bawahnya bisa dilakukan dengan swakelola.

Sedangkan untuk cor dan besi, dilakukan lelang. Sementara untuk tenaga kerja dan pengawas dilakukan secara swakelola.

“Manfaat dari pembangunan jalan cor di desa ini, saat ini alhamdulillah menyerap banyak tenaga kerja dari warga. Total saat ini ada 22 warga yang ikut bekerja. Setelah jadi nanti, tentunya banyak manfaatnya untuk masyarakat. Dengan jalan yang mulus dapat memperlancar perputaran ekonomi warga, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktifitas sehari-hari,” jelasnya.

Abdi menambahkan, untuk pengawasan pembangunan di desanya, merekrut pengawas dari desa. Meski demikian, menurutnya pengawasan yang paling utama adalah dari masyarakat langsung, apabila ada pekerjaan yang tidak sesuai pasti langsung lapor kepada kepala desa. Sedangkan pengawasan dari Pemkab Bojonegoro, dilakukan melalui tim mitigasi, biasa dilakukan dari pihak kecamatan yang melakukan monitoring dan terus update progres pengerjaan pembangunan.

Total volume pembangunan jalan cor Desa Mulyoagung 1,9KM dengan lebar 4 dan 5 meter. Terbagi di 4 RT dengan 3 segmen, yakni di RT 2 RW 1, RT 8 RW 3, RT 10 RW 3, RT 11 RW 4. Progres dari 50 persen anggaran tahap 1 sudah mencapai lebih dari 70 persen.

Baca Juga: Penurunan Pendapatan Daerah Tahun 2026, Bupati Bojonegoro Tingkatkan Target PAD

Ditargetkan, Desember tuntas 50 persen anggara tahap 1, dan pengajuan tahap 2.

“Dari total 22 orang yang bekerja, kami optimalkan dengan lembur untuk segera menyelesaikan pembangunan. Untuk pembangunan BKKD ini di desa, apabila tidak selesai di akhir tahun 2025, maka sisa anggaran yang sudah ditarik dilakukan tutup buku dan dilanjutkan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL) bisa dilanjutkan di tahun 2026, maksimal akhir bulan Maret. Secara aturan, apabila pembangunan tidak selesai di akhir Maret 2026, maka dana harus dikembalikan ke rekeing kas daerah,” terangnya.

Berbatasan dengan Desa Mulyoagung tersebut, Desa Bogo Kecamatan Kapas juga tampak sudah mulai melakukan pembangunan, dan material sudah datang di titik yang berbatasan dengan Desa Sekaran Kecamatan Balen.

Kepala Desa Bogo, Mursid, saat ditemui menjelaskan, total volume pembangunan jalan cor di desa tersebut mencapai 1.150 meter, dengan lebar 4 meter di RT 8, dan 5 meter di RT 7.

“Jalurnya satu ruas jalan, namun terpotong 25 meter karena berada di pinggir Bengawan Solo yang rawan longsor. Badan jalan yang dibangun dulu paving, dan sebagian masih pedel. Saat ini sudah dibongkar dan material sudah datang,” katanya.

Jalan di Desa Bogo, selain menjadi akses utama warga setempat juga menjadi akses lebih dekat ke Bojonegoro kota bagi warga Desa Sekaran, Mulyorejo, dan Sarirejo maupun sekitarnya.

Di tempat berbeda, Desa Kalianyar Kecamatan Kapas juga sudah mulai pengecoran dasar.

Para pekerja dengan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) seperti helm, rompi, sarung tangan, dan selop mula meratakan cor yang dituangkan dari molen.

Kepala Desa Kalianyar, Ibnu Ismail mengaku bersyukur mendapatkan BKKD untuk pembangunan jalan. Karena manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat setempat.

“Alhamdulillah Desa Kalianyar mendapatkan BKKD untuk pembangunan jalan cor, sesuai dengan usulan yang diajukan melalui musrenbangdes. Dengan ditinggikannya jalan dari awal paving menjadi rigid beton masyarakat sangat senan jalan bisa lebih lebar. Alhamdulillah masyarakat warga lingkungan juga bisa ikut bekerja,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BMPR) Bojonegoro, Chusaifi Ivan Rachmanto mengatakan, penerima BKKD untuk membangun infrastruktur kebinamargaan seperti jalan, jembatanm dan sarana prasarana total 374 desa di Kabupaten Bojonegoro, dengan anggaran Rp645 miliar.

“Untuk tahap 1 sudah dilakukan pencairan. Dan tahap pencairan tahap 2 terakhir bulan Desember 2025. Harapannya dengan pembangunan serentak di desa-desa melalui BKKD ini dapat meningkatkan konektivitas masyarakat desa ke pusat-pusat perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan pusat-pusat pemerintahan kecamatan, dan kabupaten,” kata Ivan.

Reporter: Parto Sasmito 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru