Saturday, February 14, 2026

Di Tengah Kisruh Dualisme, Bandung Zoo Umumkan Kelahiran Anak Tapir Baru

Di Tengah Kisruh Dualisme, Bandung Zoo Umumkan Kelahiran Anak Tapir Baru

Bandung, Nawacita – Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo mengumumkan kelahiran seekor anak tapir di tengah kisruh dualisme kepemilikan.

Humas Bandung Zoo Sulhan Syafii mengatakan, anak tapir jantan tersebut lahir pada Jumat, 14 November 2025 sekitar pukul 06.00 pagi. Lahirnya anak tapir tersebut menambah daftar koleksi tapir milik Bandung Zoo dan memantapkan posisi sebagai lembaga konservasi tapir terproduktif di Asia.

“Jadi, kita tuh di Asia paling tinggi karena kita itu dengan kelahiran yang ini itu 11 anakan tapir lahir di Bandung Zoo. Tapir kita itu sekarang komposisinya tujuh jantan, empat betina,” kata Sulhan saat diwawancarai di Bandung Zoo, Senin (17/11/2025).

- Advertisement -

Ia menuturkan, pihaknya sendiri saat ini belum memberikan nama bagi tapir jantan yang baru lahir itu. Rencananya, pihak Bandung Zoo bakal meminta keterlibatan publik untuk memberi usul bagi nama tapir tersebut melalui media sosial.

Sulhan Syafii, Humas Bandung Zoo saat diwawancarai, Senin (17/11/2025). Foto: Nawacita/Niko.

“Mangga silakan hubungi di medsos kita. Kita akan berikan keleluasaan, itu bagian dari bagaimana cara kita untuk memberikan keterlibatan bagi publik agar lebih banyak, agar mereka juga memberikan dan mendapatkan edukasi terbaik dari kita dari kebun binatang Bandung mengenai khusus tapir atau satwa-satwa yang lain,” tutur dia.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga akan membagikan sejumlah koleksi tapir milik mereka ke beberapa kebun binatang lain.

“Kita memang berencana untuk membagi-bagikan tapir kita. Mangga bikin kerja sama dengan Bandung Zoo atau YMT kita akan membagikan tapir kita ini ke banyak kebun binatang yang lain yang tidak memiliki tapir, itu program kita,” jelas Sulhan.

Baca Juga: Gunungan Sampah Kembali “Hantui” Kota Bandung, Farhan Beberkan Alasan Klasik Pengurangan Tonase

Sulhan berharap, lahirnya bayi tapir ini bisa mendorong agar Bandung Zoo segera kembali dibuka untuk umum. Mengingat dengan bertambahnya jumlah tapir maka bertambah juga biaya operasional dan perawatan yang dikeluarkan.

Sehingga Bandung Zoo harus kembali memiliki pemasukan untuk merawat seluruh satwa yang saat ini masih menjadi koleksi.

“Biaya kita itu sebulan Rp 415 juta. Adanya kelahiran ini pakan bertambah iya karena individu juga bertambah. Itu sebabnya kita ingin segera membuka kebun binatang ini secara normal seperti sebelumnya,” harap dia.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru