Monday, February 9, 2026

Pemkot Surabaya Maksimalkan Kinerja dan Rencanakan Pembangunan Rumah Pompa Untuk Atasi Genangan Banjir

Pemkot Surabaya Maksimalkan Kinerja dan Rencanakan Pembangunan Rumah Pompa Untuk Atasi Genangan Banjir

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengatasi permasalahan genangan banjir yang masih terjadi di Kota Pahlawan. Syamsul Hariadi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyampaikan bahwa ada tujuh titik genangan yang terjadi pada Rabu lalu, namun dua yang mendapatkan perhatian yaitu Tenggilis dan Tanjungsari.

“Jadi Tanjung Sari itu bukan yang paling parah ya, yang paling parah itu kemarin ada di Tenggilis, yang kedua memang Tanjung Sari,” ucap Syamsul.

“Di Tanjung Sari itu memang karena fasilitas kita belum lengkap di sana. Dan prioritas kita mungkin tahun depan baru kita ke sana,” imbuhnya.

- Advertisement -

Tujuh titik genangan tersebut diantaranya Jl. Injoko, Jl. Margorejo, Jl. Tenggilis, Jl. Panjang Jiwo, TL Ngagel Madya, Jl. Tanjungsari, dan Jl. Semolowaru Elok.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Hanya Miliki 81 dari Kebutuhan 150 Rumah Pompa Untuk Atasi Banjir

“Kemarin ada sekitar 7 titik genangan, insya Allah kemarin itu sudah kita habiskan jadi gak sampai menginap genangannya, kita dibantu oleh teman-teman PMK dan DLH,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi genangan di lokasi tersebut, DSDABM berupaya mengurangi jumlah debit air di lokasi tersebut.

“Ya untuk titik-titik itu kalau ada hujan lagi makanya kita antisipasi sebelum hujan itu sudah kita habiskan airnya. Jadi paling tidak kalau hujannya enggak deras dan enggak lama, insya Allah genangannya cepat hilang,” katanya.

Syamsul Hariadi menjelaskan bahwa terkait banjir di Tenggilis, pihaknya telah mendapatkan instruksi dari Walikota Eri Cahyadi untuk membangun rumah pompa di Panjang Jiwo.

“Kemudian yang di Tenggilis itu Pak Wali juga langsung kasih arahan, untuk dibuatkan rumah pompa di depannya pom bensin Panjang Jiwo. Jadi Pak Wali kemarin itu bilang, ini aneh, ini ada genangan, padahal di sebelah utaranya kan kali jagir itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Banjir Disertai Angin Kencang, Walikota Eri Lakukan Sidak di Sejumlah Wilayah

Syamsul menjelaskan bahwa ada tiga parameter genangan. Tinggi genangan, luas genangan, dan lama genangan,

“Jadi saat ini karena pembangunan-pembangunan rumah pompa ini untuk percepatan, maka kita bisa mengakomodir yang lama genangan, maka nanti yang tinggi genangan sama luas genangan nanti mengikuti,” tuturnya.

Koordinasi lintas Dinas juga telah dilakukan sebagai upaya mempercepat proses penurunan air di lokasi yang masih terjadi genangan.

“Lama genangan ini makanya kita dibantu oleh penyedotan teman-teman PMK dan teman-teman DLH. Itu sangat membantu sekali. Kapasitasnya mereka itu ada yang 10.000 kubik untuk satu mobil. Kemudian kalau yang DLH itu rata-rata sekitar 5.000 sampai 7.000 kubik untuk kapasitas penyedotannya,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru