Sunday, February 15, 2026

Unitomo-Bawaslu Tandatangani MoU, Dorong Mahasiswa Jadi Pengawas Pemilu Cerdas dan Kritis

Unitomo-Bawaslu Tandatangani MoU, Dorong Mahasiswa Jadi Pengawas Pemilu Cerdas dan Kritis

Kamis, Nawacia.co – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui kegiatan bertajuk Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu dengan tema “Sinergitas Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data”. Bertempat di Ruang RM Soemantri, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan mahasiswa lintas fakultas.

Sebelum sesi literasi dimulai, acara diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unitomo dan Bawaslu sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat literasi demokrasi di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata kampus dalam mendukung terciptanya pemilu yang berintegritas.

- Advertisement -

“Kampus tidak boleh netral terhadap integritas, tapi harus berpihak pada kebenaran dan kejujuran. Melalui literasi data, mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengawasan publik yang cerdas, kritis, dan berbasis bukti,” tegasnya.

Prof. Siti juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan yang diusung Unitomo untuk membentuk generasi muda yang aktif dalam menjaga demokrasi.

Kegiatan literasi menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang hukum dan kepemiluan, antara lain Prof. Agus Riewanto, Dr. Radian Syam, Dr. Vieta Imelda Cornelis, serta Muhammad Jufri. Moderator kegiatan ini adalah Tenaga Ahli Bawaslu, Dr. Bachtiar.

Selain itu, sesi literasi juga dirangkai dengan bedah buku karya Kordiv Bawaslu, Dr. Puadi, berjudul “Dinamika Pengawasan Pemilu: Peran Bawaslu dan Interaksi Kepentingan”, yang membahas peran strategis lembaga pengawas dalam menghadapi tantangan politik dan teknologi di era digital.

Salah satu peserta, Aisyah, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi semester lima, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.

“Saya jadi paham bahwa data bukan sekadar angka, tapi alat penting untuk memastikan proses pemilu berjalan transparan. Kegiatan ini membuka wawasan kami sebagai mahasiswa tentang bagaimana pengawasan bisa dilakukan secara partisipatif dan ilmiah,” ujarnya.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru