Sunday, February 15, 2026

Paguyuban Kange Yune Bojonegoro Ajak Masyarakat Cintai Budaya lewat Kegiatan WARTHA

Paguyuban Kange Yune Bojonegoro Ajak Masyarakat Cintai Budaya lewat Kegiatan WARTHA

Bojonegoro, Nawacita – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348, Paguyuban Kange Yune Bojonegoro (PKYB) menggelar kegiatan bertajuk WARTHA (Warnai Thengul dan Batik Nusantara) yang mengajak masyarakat, termasuk anak-anak, untuk semakin mencintai budaya lokal Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar saat Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-alun Bojonegoro, Minggu ( 26/10/2025).

Ketua PKYB, Feri Anggara mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas dukungan Dinas Kebudayaan d5an Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Batik’e Setk6ggo, serta Paguyuban Kange Yune Bojonegoro. Melalui kegiatan kreatif ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi mkuda agar tidak melupakan warisan seni daerah.

“Masih dalam semarak Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-348, melalui kegiatan WARTHA ini kami berharap seluruh warga Bojonegoro, termasuk anak-anak, mengenal lebih dekat dan mencintai dua identitas budaya khas Bojonegoro, yakni wayang Thengul dan batik Jonegoroan,” ujar Kange Feri.

- Advertisement -
Pengunjung belajar membatik dalam kegiatan WARTHA di CFD Alun-alun Bojonegoro

Kegiatan ini juga menjadi ruang edukatif dan rekreatif bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk budaya lokal.

“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kearifan lokal, WARTHA menjadi salah satu agenda yang memperkuat identitas Bojonegoro sebagai daerah yang kaya akan seni dan tradisi,” tandasnya.

Banyak masyarakat yang antusias dan datang di lokasi. Salah satunya Farida, warga Bojonegoro, yang mengajak adik serta dua anaknya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan WARTHA. Ia tampak semangat mendampingi anak-anaknya saat belajar mewarnai batik.

Baca Juga: Dari PD Jadi PT, Bupati Resmikan Gedung Baru PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (PERSERODA)

“Saya ingin anak-anak lebih mencintai batik sebagai identitas suatu daerah, contohnya Batik Jonegoroan ini,” ujar Farida.

Ia juga mengapresiasi kegiatan yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD) tersebut. “Senang acara seperti WARTHA bisa diselenggarakan, apalagi saat CFD seperti ini. Banyak anak-anak perlu tahu sejarah dan cerita tentang batik,” tambahnya.

Selain kegiatan edukatif, acara WARTHA juga semakin meriah dengan kuis dan doorprize yang menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kearifan lokal, WARTHA menjadi salah satu agenda yang memperkuat identitas Bojonegoro sebagai daerah yang kaya akan seni, tradisi, dan kreativitas masyarakatnya.

Reporter: Parto Sasmito

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru