Ajang Menggambar Jadi Jembatan Kreatif Indonesia–Australia di Surabaya
Surabaya, Nawacita.co – Suasana hangat dan penuh warna mewarnai Awarding Ceremony ‘3rd Drawing Competition 2025’ yang digelar di Surabaya, pada Jum’at sore (24/10/2025).
Kompetisi yang digagas oleh Lotus Art Courses bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Australia dan Western Sydney University Indonesia ini menjadi wadah bagi ratusan anak muda Jawa Timur untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui seni lukis.
Deputi Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba. Ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat dan talenta peserta muda Indonesia.
“Kami menerima lebih dari 300 karya tahun ini. Semua sangat kompetitif dan penuh kreativitas. Saya berharap para peserta terus berkarya dan tidak kehilangan semangat untuk mengejar mimpi di dunia seni,” ujar Christine.
Baca Juga: Lima Siswa Berbakat Lotus Art Berjejer dengan Seniman Senior di Pameran Seni Nasional Yogyakarta
Dengan bertemakan Gaya Hidup Sehat Generasi Muda Indonesia Australia, Christine menyampaikan harapannya agar generasi muda selalu sehat, bahagia, dan mampu menekuni apa pun yang mereka cintai.
Sementara itu, Vony Yoewono, Operations Manager Western Sydney University Indonesia – Surabaya Campus, menilai kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia.
“Kegiatan ini menunjukkan eratnya relasi kedua negara dan membuka peluang kolaborasi kreatif di masa depan. Ini sudah tahun ketiga, dan tentu kami siap mendukung agar terus berlanjut,” tutur Vony.
Founder Lotus Art Courses, Putu Mahendra, menjelaskan bahwa kompetisi menggambar ini telah menjadi agenda tahunan sejak 2023.
Baca Juga: Lotus Art Courses Bangga: Karya Siswa Terpilih di Antara 810 Peserta dari Seluruh Dunia
Dengan tema yang telah ditentukan diharapan dapat menumbuhkan kesadaran pentingnya gaya hidup sehat di kalangan anak-anak.
“Kami ingin lomba ini tidak hanya menjadi ajang seni, tapi juga kampanye edukatif agar anak-anak paham pentingnya hidup sehat. Mereka mengekspresikan pesan itu lewat karya yang unik dan kreatif,” kata Putu.
Lomba ini diikuti oleh sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Malang, hingga Madiun. Karya para peserta dinilai berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas, teknik, komposisi, warna, dan nilai artistik.
“Selama tiga tahun berturut-turut, jumlah peserta stabil di kisaran 200–300 orang. Itu menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari anak-anak dan orang tua,” imbuh Putu.
Acara diakhiri dengan penyerahan piagam dan hadiah kepada para pemenang, disertai harapan agar kreativitas generasi muda terus berkembang dan membawa semangat positif bagi masyarakat.
Reporter: Alus

