Saturday, February 14, 2026

Sederet Langkah Pemprov Jatim dalam Percepat Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes di Sidoarjo

Surabaya, Nawacita.co – Proses evakuasi korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo terus dikebut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan seluruh upaya dilakukan maksimal, baik dari sisi teknis maupun pendampingan bagi keluarga korban.

Katanya, saat ini alat berat mulai dioperasikan untuk mempercepat evakuasi.

- Advertisement -

“Kemarin crane mulai beroperasi, lalu sempat break saat zuhur, kemudian kembali dijalankan. Karena dimungkinkan penambahan, Pemprov juga menambah crane,” ungkapnya.

Selain itu, pada tengah malam tim evakuasi juga diperkuat dengan breaker untuk mempercepat proses. Semua alat berat diturunkan, namun tetap dengan kehati-hatian agar tidak membahayakan korban yang masih mungkin berada di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Kisah Mukjizat Haikal, Santri Selamat dari Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny: Ada Anak Kecil Ngasih Minum

“Kami harus tetap waspada. Di bawah itu masih ada santri-santri yang harus mendapat perlakuan baik,” jelas Khofifah.

Khofifah juga menekankan pentingnya pendampingan psikososial bagi keluarga santri yang terdampak. Tim dari Dinas Sosial Jatim diterjunkan untuk memberikan konseling dan dukungan moral.

“Saya mendengar keluarga ada yang ingin ikut membantu evakuasi. Namun kami jelaskan bahwa semua ini dilakukan penuh kehati-hatian dan oleh tenaga profesional,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Tim DVI Polda Jatim yang sejak hari pertama sudah standby di lokasi pesantren. Tim telah mengambil sampel DNA dari keluarga santri untuk memastikan identifikasi korban berjalan cepat dan akurat.

“Semuanya sudah well prepared, InsyaAllah,” kata Khofifah.

Reporter : Alus Tri

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru