Namun, Abu Bakar kemudian mengaku tidak mengetahuinya. Ia juga mengaku tidak pernah memerintahkan mengenai hal tersebut.
“Setelah diminta klarifikasi, anggota KPK sudah kembali,” ujar dia.
Abu Bakar juga turut mengklarifikasi kabar tersebut. Dalam konferensi pers di kediamannya di daerah Kota Baru Parahyangan, ia menceritakan rangkaian kegiatan yang ia lakukan sepanjang hari. Mulai dari menjalankan tugas sebagai seorang bupati di pagi hari hingga mempersiapkan bahan dan materi untuk debat publik yang akan dijalani oleh istrinya.
Abu Bakar juga membenarkan ada penyidik KPK yang datang ke kediamannya. Kedatangan penyidik KPK itu untuk meminta keterangan Abu Bakar soal kegiatan yang dilakukan oleh para kepala SKPD.
Kepada wartawan, Abu Bakar menyebut ada dua orang penyidik KPK yang datang menemuinya. Ia juga menyatakan hanya memberikan keterangan seperti yang diminta oleh penyidik KPK.
“Keterangan dalam posisi saya sebagai kepala daerah, pengetahuan saya tentang aktivitas kepala dinas, tindakan-tindakan yang dilakukan kepala dinas,” kata Abu Bakar.
Ia juga tidak tahu jika ada SKPD yang ditangkap dalam OTT. “Saya belum ada komunikasi. Masih gelap apa yang KPK dapatkan,” pungkasnya.
Hingga pagi ini Bupati Abu Bakar masih berada di rumahnya di Lembang. Kabarnya dia akan melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Boromeus Bandung. Namun hingga pukul 08.00 WIB, belum ada tanda-tanda pergerakan dari kediaman Abu.
Jubir KPK Febri Diansyah ini saat dikonfirmasi soal Abu Bakar yang ditangkap sesuai pernyataan sebelumnya hanya menjawab diplomatis. Kata Febri, sebenarnya total ada 7 orang akan dibawa KPK ke Jakarta.
Tetapi salah seorang tidak jadi dibawa ke Jakarta karena memberikan alasan sakit dan mesti menjalani pemeriksaan kesehatan. Penyidik akhirnya hanya meminta keterangan awal.
Apakah orang ketujuh itu sang bupati? Febri tak mau berspekulasi. Kata dia sebaiknya menunggu keterangan pimpinan KPK sore ini.
kmprn