Saturday, February 14, 2026

Jawa Barat Catat Kasus DBD Tertinggi di Indonesia, KDM Minta Dinkes Lakukan Antisipasi

Jawa Barat Catat Kasus DBD Tertinggi di Indonesia, KDM Minta Dinkes Lakukan Antisipasi

Bandung, Nawacita – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta agar Dinas Kesehatan Jawa Barat segera melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Barat.

Permintaan itu dilayangkan Dedi menyusul data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mencatat kasus DBD di Jawa Barat mencapai 17.281 hingga pertengahan 2025.

Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai daerah dengan kasus DBD serta penyakit lainnya yang disebabkan virus dari nyamuk Aedes Aegypti di Indonesia.

- Advertisement -
Bandara Internasional Kertajati
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Niko/Nawacita.co).

Namun, dalam hal ini ia menyadari bahwa kebiasaan masyarakat dalam melihat upaya pencegahan DBD adalah dengan adanya pengasapan (fogging) di lingkungannya.

“Saya sudah instruksikan yang paling utama adalah aspek pencegahan ya kalo berikutnya masyarakat kita kalo blm di fogging belum puas,” kata Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/8/2025).

Maka dari itu, pihaknya juga bakal menambah alokasi anggaran untuk fogging sehingga masyarakat di desa hingga kota bisa terlayani.

“Walaupun sudah bersih-bersih, nggak dipoging, yaudah, nanti anggaran foggingnya kita perbanyak,” ucap dia.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengungkapkan bahwa tingginya angka kasus DBD di Jawa Barat juga sebanding dengan jumlah penduduknya yang cukup banyak.

Baca Juga: Kasus DBD di Jabar Tembus 22,306, Bandung Sumbang Kematian Tertinggi

“Karena memang kan pertama jumlah penduduk, jadi kalau di Jawa Barat misalnya kasusnya 17 ribu, ya penduduknya 54 juta, kan rasionya begitu,” ucap Dedi.

Selain melakukan upaya pencegahan, Dedi juga mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Mengingat hal itu merupakan faktor utama dalam mencegah penyakit DBD maupun penyakit lainnya akibat virus nyamuk Aedes Aegypti.

“Sampah nggak boleh berantakan, air harus mengalir kemudian masyarakat harus mulai peka terhadap lingkungan dan cepat kalau ada gejala panas cepat dibawa ke rumah sakit,” tutup dia. (Niko)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru