
Jember, Nawacita.co – Untuk pertama kalinya Kabupaten Jember yang dikenal sebagai Kota Tembakau ini ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jawa Timur.
Ajang religius bergengsi itu tidak hanya menghadirkan lantunan ayat-ayat suci, tetapi juga membawa harapan besar bagi kebangkitan ekonomi rakyat Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah melakukan pertemuan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (26/8/2025).
Pertemuan berlangsung hangat dan menghasilkan komitmen bersama Kabupaten Jember menjadikan tuan rumah MTQ Jatim 2025.
“Didukung penuh Gubernur, kami optimis MTQ di Jember menjadi yang terbesar dan paling spesial sepanjang sejarah provinsi,” ungkap Fawait.
Dia menekankan kunci sukses gelaran ini adalah sinergi antar pihak.
Baca Juga: Bupati Jember Dampingi Gubernur Jatim Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani
“Ini bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga momentum kebersamaan, dan gotong royong antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan seluruh lapisan masyarakat Jember, bahkan siap memberi kesan terbaik bagi seluruh peserta dan masyarakat Jawa Timur,” jelas Fawait.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, bahwa selain soal syiar Al-Qur’an, pembahasan juga menyinggung aspek pemberdayaan ekonomi.
“MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga momentum pemberdayaan ekonomi. UMKM dan pelaku usaha kecil harus merasakan manfaat dari MTQ yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, panitia menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan pendukung, mulai dari pentas seni Islami, bazar ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial keagamaan yang melibatkan partisipasi masyarakat luas.
Konsep yang dirancang diharapkan menjadikan MTQ Jatim 2025 tidak hanya sebatas lomba tilawatil Qur’an, melainkan festival kebersamaan yang merangkul semua kalangan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, kabupaten, serta masyarakat, MTQ Jatim 2025 di Jember diharapkan menjadi panggung yang menyatukan nilai religius dengan semangat ekonomi.
Reporter : Mujianto









