Flintwood Richheart Soesanto Menaklukkan Ribuan Peserta dari Berbagai Negara
SURABAYA, nawacita – Di usianya yang baru menginjak remaja, Flintwood Richheart Soesanto sudah menorehkan prestasi luar biasa. Siswa SMP Xin Zhong Secondary, Surabaya, Jawa Timur, ini berhasil meraih gelar “World Champion” pada ajang Hong Kong International Mathematic Olympic (HKIMO) yang berlangsung di Hong Kong, 23–24 Agustus 2025.
Yang membuat prestasi ini semakin istimewa, Flintwood bukan pertama kali meraih gelar juara dunia. Empat bulan sebelumnya, ia juga keluar sebagai “World Champion” di ajang Philippine International Mathematical Science Olympiad (PIMSO) yang digelar di Manila, 4–6 April 2025.
Dua kemenangan berturut-turut di level internasional menjadikan Flintwood salah satu pelajar Indonesia yang mampu berdiri di podium tertinggi ajang olimpiade matematika dunia.
Perjalanan Flintwood menuju gelar juara tidaklah mudah. Di HKIMO 2025, ia harus bersaing dengan ribuan pelajar berbakat dari berbagai negara Asia maupun dunia. Kompetisi berlangsung ketat sejak babak penyisihan (Heat Round), semifinal, hingga final.
Namun, Flintwood tampil konsisten. Dengan kemampuan berhitung, logika, serta analisis yang tajam, ia berhasil memimpin perolehan skor hingga akhirnya ditetapkan sebagai juara dunia tingkat Secondary 1. Gelar ini adalah penghargaan tertinggi yang hanya diraih peserta dengan nilai sempurna atau tertinggi di antara semua kontestan.
“Bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara memang tidak mudah. Tapi Flintwood membuktikan diri dengan kerja keras dan tekun belajar,” ungkap salah satu guru pembinanya.
Dukungan Keluarga yang Luar Biasa
Keberhasilan Flintwood tentu tidak terlepas dari dukungan keluarga. Sang ibu, Tanti Lydiawati, mengaku bangga sekaligus terharu atas prestasi putra sulungnya.
“Kami sangat bahagia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Semoga Flintwood tetap rendah hati, terus belajar, dan bisa membawa nama Indonesia semakin baik,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Menurut Tanti, Flintwood sejak kecil sudah menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Ia sering menghabiskan waktu di rumah untuk mengutak-atik soal matematika, mencari pola bilangan, hingga memecahkan teka-teki logika.
“Sejak SD, Flintwood suka sekali tantangan soal. Ia bisa duduk berjam-jam hanya untuk menyelesaikan satu persoalan rumit, dan tidak akan berhenti sebelum menemukan jawabannya,” kenangnya.
Ayahnya, Felix Soesanto, juga menuturkan bahwa sejak dini anaknya memang diarahkan untuk mencintai ilmu pengetahuan. Namun, yang terpenting bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses belajar dan disiplin.

Bangga Sekolah dan Indonesia
Pihak sekolah pun menyampaikan rasa bangga. Kepala SMP Xin Zhong Secondary menyebut Flintwood sebagai teladan bagi teman-temannya. “Flintwood anak yang rendah hati, tekun, dan selalu berusaha memberi yang terbaik. Prestasi ini tentu membanggakan sekolah dan juga Indonesia,” ujarnya.
Prestasi Flintwood tak hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melahirkan generasi yang bersaing di panggung internasional. Di tengah berbagai tantangan pendidikan, capaian seperti ini menghadirkan harapan baru bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Meski telah dua kali menjadi juara dunia, Flintwood menegaskan bahwa pencapaiannya bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.
“Saya ingin terus belajar, bukan hanya untuk lomba. Saya ingin mengembangkan diri agar bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Flintwood yang akrab disapa Flint.
Kecintaannya pada matematika membuat Flintwood kerap menganggap soal rumit sebagai tantangan yang menyenangkan. Baginya, setiap persoalan adalah teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan.
Selain dua gelar juara dunia, Flintwood juga sukses meraih “2nd Diamond Award” dalam ajang The Future Intelligence Students Olympiad di Dubai pada Juni 2025.

Inspirasi bagi Generasi Muda
Prestasi Flintwood Richheart Soesanto adalah kisah inspiratif bagi generasi muda Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan ketekunan, semangat, dan dukungan yang tepat, anak Indonesia mampu berdiri sejajar bahkan mengungguli pelajar dunia.
Lebih dari sekadar gelar juara, keberhasilan Flintwood menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran matematika dan sains di Indonesia terus berkembang. Ia adalah simbol harapan bahwa generasi emas Indonesia 2045 benar-benar bisa terwujud jika terus diberi kesempatan, fasilitas, dan ruang untuk berkembang.
Kisah sukses Flintwood adalah cermin bahwa kecintaan pada ilmu pengetahuan bisa membuka pintu prestasi global. Dari ruang belajar sederhana di Surabaya, ia kini menjelma menjadi sosok yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
bdo/adi










