Jember, Nawacita.co – Kabupaten Jember dikenal sebagai rumah harmoni dalam keberagaman, berbagai suku, agama, dan budaya tumbuh bersama dalam damai.
Perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan yang menyatukan.
“Masyarakat Jember terbiasa hidup berdampingan dengan saling menghormati keyakinan, tradisi, dan adat satu sama lain,” kata Bupati Jember M Fawait, Senin (11/8/2025).
Pesan moral kembali ditegaskan oleh Fawait saat mengunjungi tempat religi umat Hindu Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup.
Baca Juga: Ketika Jember Fashion Carnaval 2025 Pikat Dunia
“Menjadi simbol komitmen Pemkab Jember dalam merawat kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.
“Kabupaten Jember milik semua. Sesuai tagline ‘Jember Semua Karena Cinta’, karena cinta tidak memandang agama, suku, ras, maupun budaya,” tambah Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Komitmen ini sebelumnya juga terlihat dalam Kirab Pusaka Nusantara dan Sedekah Bumi, di mana doa dipimpin bergantian oleh perwakilan tujuh agama.
“Toleransi di Jember bukan sekadar slogan, melainkan budaya hidup yang diwariskan turun-temurun. Maka saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bergandeng tangan membangun Jember tanpa sekat perbedaan. Karena kemajuan daerah hanya bisa tercapai melalui kekompakan Bersama,” jelasnya.
“Inilah Jember, kabupaten yang percaya keberagaman adalah anugerah, dan kebersamaan adalah kunci menuju kemajuan,” tambah Gus Fawait.
Reporter : Mujianto










