Tuesday, February 10, 2026

Harga Beras Masih Tinggi saat Musim Panen, Pedagang Keluhkan Penurunan Pembeli

Harga Beras Masih Tinggi saat Musim Panen, Pedagang Keluhkan Penurunan Pembeli

Bandung, Nawacita – Meski sudah memasuki musim panen, harga beras yang ada di pasaran masih mengalami kenaikan. Saat ini harga beras sendiri masih relatif mahal di kisaran Rp 14.000 sampai Rp 18.000. Hal itu ternyata membuat kebanyakan para pedagang beras di Pasar Kosambi Kota Bandung resah.

Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Rahmat, salah satu pedagang beras di Pasar Kosambi Kota Bandung Jawa Barat. Ia mengaku resah karena harga beras yang tak kunjung turun sejak bulan Juli kemarin.

“Harga beras masih tetap seperti kemarin-kemarin, belum ada perubahan lagi, nggak ada naik, nggak ada perubahan. Kenaikan itu yang awalnya dari 200 sampai 500 sampai seribu rupiah, sampai saat ini belum ada perubahan,” kata Rahmat saat diwawancarai Kamis (7/8/2025).

- Advertisement -

Rahmat menyebut, untuk beras premium, berkisar di harga Rp 14.000 hingga Rp 15.000. Sementara untuk beras medium berkisar di harga Rp 16.000 dan beras kualitas super di harga Rp 18.000.

“Kalau yang sekarang, yang kelasnya medium itu yang paling rendah Rp 14.000. Kalau yang paling harga yang paling premium, paling tinggi, Rp 18.000. Ini yang harga Rp14.000 itu medium kelasnya. Kalau yang 15 premium 2, kalau yang 16 premium 1, kalau yang 18 yang special, premium spesial,” ucap dia.

Ilustrasi beras di pasar Kosambi Kota Bandung. Foto: Nawacita/Niko.

Keresahan itu dirasakan karena mahalnya harga beras saat ini mempengaruhi jumlah penjualan dan jumlah pembeli di lapak miliknya. Jika biasanya para pembeli langsung memesan beras dalam kemasan karung 25 kilogram. Saat ini justru pelanggan lebih memilih membeli beras dengan per satu kilo atau per lima kilo akibat harga yang relatif masih tinggi.

“Ya jelas lah. Mempengaruhi biasanya istilahnya misalkan beli satu karung 25 kilo jadi 10 kilo. Itu contohnya saja,” cetus Rahmat.

Menurutnya, harga beras yang masih relatif tinggi ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti adanya isu beras oplosan yang sempat mencuat hingga pasokan yang dinilai belum stabil meski sudah masuk musim panen.

“Harusnya kalau melihat dari jadwal itu, harusnya bulan Agustus itu panen. Kalau panen otomatis kan stok banyak harga turun. Tapi, kenyataannya sementara ini, masih nggak ada pengaruh, walaupun ada panen juga. Ya kalau misalkan panennya istilahnya berhasil atau misalkan lancar, ya panennya lancar ya pasti turun harga beras,” ungkap dia.

Meski demikian, Rahmat menyebut bahwa pasokan beras saat ini dalam kondisi aman. Namun jenis beras yang tersedia hanya sedikit dan jumlahnya cukup terbatas.

Baca Juga: Stabilkan Harga Beras di Pasaran, Bulog dan Bapanas Salurkan Bantuan ke Masyarakat 

“Kalau pasokan sebenarnya mah ada sih ada, tapi variannya jenisnya nggak begitu banyak. Paling ya antara kebanyakan yang premium. Mungkin karena stoknya belum benar-benar istilahnya stabil banyak, stok dari petani itu. Yang panennya mungkin belum benar-benar istilahnya apa panennya belum nggak mulus lah untuk bulan-bulan ini di tahun ini,” tutur Rahmat.

Selain itu, Rahmat juga mengeluhkan suplai beras Bulog maupun beras SPHP dari pemerintah yang belum juga disalurkan hingga saat ini khususnya ke pasar – pasar tradisional. Hal itu membuat stok yang dimiliki para pedagang menjadi minim.

“Alhamdulillah belum, belum ada. Ya belum ada, belum ada suplai dari pihak bulog. Selain itu, mungkin kalau ada bulog mah bisa di bawah harga segitu. Bulog biasanya harga dari pemerintah itu Rp 12.500. Tapi, Alhamdulillah belum ada pengiriman, belum ada suplai dari pihak Bulog,” beber dia.

Padahal, dengan adanya beras Bulog dan SPHP dari pemerintah dengan harga yang cukup murah bisa membantu menstabilkan kembali harga beras.

“Sudah pasti lah istilahnya pedulinya dari pihak Bulog. Ya terutama pemerintah gimana sampai bisa begini untuk mengatasi ini. Karena itu yang barang-barang dari Bulog dari segi harga-harga banyak yang diharapkan sama konsumen atau pembeli terutama ya masyarakat kecil lah,” tutup dia.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru