Tuesday, February 10, 2026

Lawan Pembajakan Film, Tim Peneliti Pimpinan Daniel Susilo Uji Coba Modul Literasi di Makassar

Lawan Pembajakan Film, Tim Peneliti Pimpinan Daniel Susilo Uji Coba Modul Literasi di Makassar

Makassar, Nawacita | Perkembangan teknologi yang makin pesat, memudahkan semua orang untuk mengakses film dari beragam platform. Namun berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh pakar komunikasi Dr. Daniel Susilo, kasus pembajakan film diketahui telah mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp1,8 triliun.

Berdasarkan hal tersebut tim peneliti nasional yang dipimpin Susilo menyelenggarakan kegiatan “Literasi Digital Anti Pembajakan dan Uji Coba Modul” di Gedung UPT Sentra Kreasi Wirajaya, Makassar, Rabu (30/7/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian riset yang telah dilakukan sebelumnya.

Dr. Daniel Susilo, Ketua Peneliti yang juga merupakan Dosen Lektor Kepala (Associate Professor) yang juga merupakan lulusan Pendidikan Pasca Doktoral dari Vrije University Amsterdam, dan saat ini aktif sebagai Research Fellow Kemdikbudristektional University Malaysia, menyampaikan bahwa dipilihnya Makassar dikarenakan memilih peran penting dalam pertumbuhan media di Indonesia timur.

- Advertisement -

Baca Juga: Kisah Viral Jadi Film: Trend atau Strategi Bisnis yang Menjanjikan?

“Setelah memvalidasi model kami dengan para pakar dan stakeholder industri di Jakarta, kini saatnya kami menguji coba secara langsung di tengah masyarakat. Makassar kami pilih sebagai salah satu kota kunci di wilayah Indonesia Timur untuk melihat efektivitas modul literasi ini,” ucap Daniel Susilo yang juga aktif sebagai Pengurus Pusat ASPIKOM.

Anggota tim peneliti, Dr. Endik Hidayat, yang juga merupakan Peneliti di Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengapresiasi antusiasme publik yang luar biasa, harapannya dengan respon positif dari masyarakat mampu membawa dampak positif bagi riset tersebut.

“Antusiasme yang kami lihat hari ini di Makassar sangat luar biasa dan memberikan harapan besar. Keterlibatan publik secara langsung adalah kunci agar riset kebijakan seperti ini dapat membawa dampak yang nyata dan berkelanjutan,”

Kegiatan di Makassar ini merupakan bagian dari implementasi pilar “Literasi” dari Model Literasi-Apresiasi-Preventif (LAP) yang bertujuan meningkatkan pemahaman hak cipta melalui konten edukasi kreatif yang menyasar generasi Z dan milenial. Apresiasi terhadap seluruh ekosistem industri sinema Indonesia, mulai dari sineas, kru film, hingga para pelaku usaha bioskop diharapkan dapat meningkat dengan pelaksanaan penelitian tersebut. Sehingga dunia sinema Indonesia dapat makin maju berkembang.

Reporter: Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru