Bandung, Nawacita – Kisruh di internal Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo terus mencuat. Setelah sebelumnya diterpa kasus korupsi akibat penguasaan lahan, kini Bandung Zoo tengah menghadapi konflik internal berupa dualisme manajemen hingga menyebabkan Bandung Zoo ditutup sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Dualisme manajemen itu terjadi setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menunjuk Taman Safari Indonesia sebagai pengelola baru Bandung Zoo.
Namun di sisi yang lain pihak pengelola lama dari Yayasan Margasatwa Tamansari bersikukuh bahwa mereka adalah pewaris sah pengelola Bandung Zoo.
Humas Bandung Zoo dari pengelola lama, Syulhan Syafii menyebut bahwa Bandung Zoo ditutup mulai hari ini Kamis, 3 Juli 2025 hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Ia membeberkan alasan penutupan sementara itu karena banyaknya sekutiti dari Red Guard yang berada di dalam Bandung Zoo. Red Guard sendiri merupakan vendor sekuriti dari Taman Safari Indonesia.
“Kita hari ini tutup tanggal 3 Juli 2025 karena ada beberapa hal, misalnya sekarang di dalamnya terlalu banyak sekuriti jadi nanti pengunjung akan tidak nyaman,” kata Syulhan saat dikonfirmasi, Kamis (3/7/2025).
Selain itu, penutupan juga dilakukan akibat konflik internal berupa dualisme manajemen juga semakin panas dengan diambil alihnya bagian keuangan Bandung Zoo oleh para pekerja dari manajemen lama.
“Terus di dalam juga ada yang tidak beres yaitu kita serikat pekerja mengambil alih keuangan Bandung Zoo,” jelasnya.
Syulhan membenerkan pengambilalihan bagian keuangan dilakukan karena adanya dualisme dalam manajemen di mana beberapa oknum dari Taman Safari Indonesia tiba-tiba datang. Kedatangan para oknum dinilai tidak sah oleh para pekerja dari manajemen lama.
“Kenapa kita ambil alih? Karena ada dualisme sejak tanggal 20 Maret 2025 ada beberapa orang yang mengaku dirinya dari Taman Safari dalam tanda kutip menduduki Yayasan ini secara tidak sah karena perjanjiannya juga tidak sah. Di situlah ada dua manajemen, ada dua GM, ada dua keuangan, ada dua HRD, ada dua vendor sekuriti yang menyebabkan di dalam itu kurang harmonis,” bebernya.
Baca Juga: Bandung Zoo Keluarkan Kebijakan Baru, Pengunjung Tak Boleh Bawa Tikar Apalagi Piknik atau Botram
Lebih parah lagi, pada Rabu malam kemarin, beberapa orang oknum yang mengaku dari Yayasan Gantira Bratakusuma (salah satu yayasan pengelola Taman Safari Indonesia) yang secara tiba-tiba datang dengan membawa Akta Nomor 40 Bulan Oktober 2024. Dalam akta tersebut tertulis bahwa mereka adalah pengelola yang sah.
“Tadi malam sudah datang yang namanya Gantira Bratakusuma yang memperlihatkan, kami punya aktanya. Akta Nomor 40, Oktober 2024 yang menyatakan mereka adalah pemilik sah. Sedangkan oknum-oknum Taman Safari kita tanya. Katanya anda sah di sini, mana aktanya. Sampai sekarang tidak bisa memperlihatkan itu,” tegas Syulhan.
Namun, pengambilalihan bagian keuangan itu malah berujung bentrok antara pekerja dan Red Guard dari Taman Safari Indonesia. Hal itu terjadi pada saat para pekerja mengganti kunci bagian keuangan dan dilarang oleh Red Guard hingga berujung bentrok.
“Jadi kita menguasai bagian keuangan. Kita mau ganti kuncinya, oknum dari red guard melarang itu. Sedangkan, kita juga datang yang namanya Gantira Bratakusuma dengan mengatakan, saya adalah pewaris, pendiri dan juga pemegang yang sah ini Kita silahkan, dia memilih, kami minta pasang kunci, kita bantu untuk memblokade itu, tapi akhirnya terjadilah dorong-dorongan di situ dan si gantiranya, tersikut dalam dorong-dorongan itu,” terang dia.
Sengketa yang tengah dihadapi Bandung Zoo ini juga menyebabkan kematian tujuh satwa.
“Makanya terjadilah 7 satwa mati sejak mereka masuk. Makanya sejak kemarin sore sampai tadi malam kita ambil alih keuangan agar kita juga nyaman nanti akan kita setorkan ke rekening yayasan,” kata Syulhan.
Sementara itu, Humas Taman Safari Indonesia selaku pihak pengelola Bandung Zoo yang ditunjuk Kejati Jabar, Ully Rangkuti menyebut bahwa pihaknya tidak tahu menahu terkait penutupan Bandung Zoo sementara waktu.
“Sejujurnya kami, managemen yang sekarang mengelola ini tidak tahu menahu tentang penutupan, baru tahu tadi pagi dari media sosial Bandung Zoo itu kemudian kami apa ya, kami belum minta keterangan dari management yang lama,” kata Ully.
Ully menegaskan belum bisa mengambil langkah apapun terkait adanya dualisme dan penutupan sementara ini.
“Kami belum bisa mengambil langkah, dan kami juga tidak mau konflik sebenarnya dan diusahakan juga tidak sampai keluar ya dampaknya,” tandasnya.
Reporter : Niko

