Agar Tak Rugi Terus, Dedi Mulyadi Rencanakan BIJB Kertajati jadi Bandara Haji dan Umrah
Bandung, Nawacita – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bakal menyulap BIJB Kertajati menjadi bandara khusus keberangkatan ibadah umroh dan haji. Hal itu dilakukan sebagai upaya membangkitkan kembali nafas BIJB Kertajati yang terus merugi.
Dedi mengungkap bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama pihak lainnya. Mengingat ada dua hal yang harus dipertimbangkan dalam memfungsikan BIJB Kertajati sebagai bandar umroh dan haji.
Dua pertimbangan itu terkait fasilitas asrama haji bagi para jamaah. Menurut Dedi fasilitas asrama haji masih dipertimbangkannapakahbakanntetap menggunakan asrama haji di Indramayu atau akan membuat fasilitas asrama haji baru di dalam kawasan bandara.
“Pertimbangan pertama adalah apakah akan menggunakan islamic center yang ada di Indramayu? Atau membangun hotel atau pondok untuk jemaah di dalam areal bandara? Nah, ini dua-dua ini yang lagi kita kaji mana yang efektif,” ungkap Dedi saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara pada Rabu (2/7/2025) petang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ubah Nama RSUD Al Islam jadi RSUD Welas Asih
Terlebih, jika memang asrama haji akan dibuat di dalam kawasan bandara maka hal itu dinilai memakan anggaran hingga Rp 350 miliar.
“Kalau dibangun di areal bandara, maka dibutuhkan Rp 350 miliar untuk membangun, membangun asrama atau pondok haji, itu,” kata dia.
Selain itu, anggaran operasional rutin tahunan untuk BIJB Kertajati yang mencapai Rp 60 miliar juga menjadi pertimbangan terkait pembangunan asrama haji.
“Terus yang kedua, masih ada runway yang harus segera kita perkuat yaitu nilainya Rp 60 miliar,” cetus dia.
Baca Juga: Pusingnya Dedi Mulyadi atas Terus Meruginya BIJB Kerjati
Lebih lanjut, Dedi membeberkan bahwa alasan difungsikannya BIJB Kertajati sebagai bandara umrah dan haji agar siklus bandara tetap terjaga.
“Jadi 2 hal ini yang harus ditempuh, tetapi dibalik itu kan harus ada siklus yang jalan dulu tuh, sebelum nanti nunggu haji dan umrah, pesawat-pesawat besar,” bener Dedi.
Dedi menargetkan rencana tersebut bisa segera dilaksanakan melalui kerjasama dengan Kementerian Agama dan BPIH Umrah pada Januari 2026 mendatang.
“Sampai hari ini yang saya tahu, Pemprov Jabar berencana membangun pondok asrama haji di dalam bandara, tapi nanti kita lihat, kemudian yang paling pertama saya targetkan di awal Agustus MoU dengan Kementerian Agama dan BPIH Umroh,” tutup dia.
Reporter: Niko

