Kepadatan kendaraan di Jalan Asia Afrika. Foto: Nawacita/Niko.
Bandung, Nawacita – Momentum libur panjang Hari Raya Waisak 2025 membuat sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mengalami kepadatan. Salah satunya di Jalan Braga dan Asia Afrika yang merupakan salah satu kawasan wisata heritage serta ikonik di Kota Bandung.
Kepala Unit Pengatur Lalu Lintas (Kanit Tur) Jawali Polrestabes Bandung, Iptu Roni menyebut, kepadatan kendaraan di ruas jalan ini mulai terjadi sejak sore hari, Minggu 11/5/2025. Selain karena volume kendaraan yang meningkat, kepadatan sendiri dipicu oleh banyaknya kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat milik wisatawan. Para wisatawan tersebut banyak yang ingin menghabiskan libur panjang di kawasan wisata Braga dan Asia Afrika.
“Untuk selama long weekend ini, titik-titik kepadatan yang pertama, sudah jelas destinasi tempat wisata seperti jalur Lembang, yang kedua pusat pertokoan, yang ketiga pusat perkotaan seperti jalur Alun – Alun Bandung, jalur Braga dan Asia Afrika,” kata Iptu Roni saat diwawancarai di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (11/5/2025) malam.
Selain itu, kepadatan juga dipicu oleh banyaknya para wisatawan yang memadati kawasan wisata tersebut. Tak sedikit dari para wisatawan yang berjalan – jalan atau hanya sekedar duduk dan berfoto di trotoar jalan. Para wisatawan juga banyak yang tertarik untuk berfoto dengan latar bangunan heritage dan menjadi daya tarik tersendiri dari kawasan wisata Braga serta Asia Afrika.
“Saat ini mungkin terlihat seputaran jalur Braga cukup lumayan ramai pengunjung dan kendaraan juga terlihat pada merayap,” imbuh dia.
Iptu Rony menjelaskan pihaknya sudah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan. Rekayasa lalulintas sendiri dilakukan di beberapa titik ruas jalan seperti buka tutup arus dari Jalan Braga menuju Jalan Naripan serta pengalihan arus dari Jalan Tamblong menuju Jalan Lengkong Besar untuk kendaraan yang akan mengarah ke pusat kota.
“Untuk penguraian kemacetan di seputaran pusat kota, dari arah Tamblong dan Asia Afrika yang akan mengarah ke pusat kota, kami alihkan menuju ke Jalan Lengkong Besar dan Lengkong Kecil. Namun nanti untuk mengarah ke pusat kota, itu akan melintas ke Jalan Dalem Kaum,” jelas Iptu Roni.
Sedangkan untuk yang dari arah Banceuy, Jalan ABC yang akan masuk ke Braga dan Naripan, itu pihakn melakukan selektif buka-tutup. “Apabila untuk ekor sudah nempel ke Banceuy dan Jalan ABC, kami tutup diarahkan ke Suniaraja,” tambah dia.
Selain itu, sekitar 30 personil polisi lalu lintas juga dikerahkan di beberapa titik untuk mengurai kepadatan. Diperkirakan volume kendaraan akan terus terjadi hingga malam hari.
Kepala Unit Pengatur Lalu Lintas (Kanit Tur) Jawali Polrestabes Bandung, Iptu Roni
“Untuk personil sekarang yang di jajaran Polrestabes Bandung di seputaran Pusat Kota kita adakan personil sebanyak 30 personil yang di mana titik-titiknya itu pertama di Patung Bola Dunia terus di Jalan Banceuy dan Jalan ABC, di seputaran Cikapundung Barat arah ke Braga maupun di seputaran Jalur Braga dan Jalur Naripan jadi kami tanam satu plotingan itu ada dua personil,” pungkas dia.