Realisasi Investasi di Sumenep Tembus Rp2,58 T, Sektor UMKM Jadi Andalan
Sumenep, Nawacita | Realisasi investasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengalami kenaikan signifikan hingga triwulan keempat tahun 2024.
Tercatat, per Oktober 2024, realisasi investasi mencapai Rp2.583.260.058.693 alias Rp2,58 Triliun, naik pesat dari tahun sebelumnya di angka Rp2.101.6922.051.534.
“Insyaalah ke (Akhir) Desember bisa ke Rp2,6 triliun. Saya yakin,” ungkap Kepala DPMPTSP Sumenep, Abd. Rahman Riadi kepada nawacita.co, Senin, 2 Desember 2024.
Untuk jenis usaha, sektor UMKM paling mendominasi, meliputi bidang pertanian jagung, industri produk makanan, perdagangan eceran, hasil perikanan, perlengkapan, makanan dan minuman serta industri lainnya.
Sedangkan sebaran tempat kegiatan usaha terbanyak, Kecamatan Kota menempati peringkat pertama (2.572), disusul Pragaan (2.017), Lenteng (1.272), Bluto (1.093) dan Ambunten (946) serta kecamatan lainnya.
Baca Juga: Dinkes Sumenep Ajak Warga Cegah DBD di Musim Hujan, Ini Langkahnya
“UMKM itu menjadi back bone perekonomian Sumenep. Bahkan pasca Covid-19 pun, itu sektor UMKM yang menopang pertumbuhan ekonomi,” sambung Rahman.
Menurut Rahman, naiknya investasi di Sumenep tidak lepas dari inovasi kebijakan yang dilakukan Pemerintah setempat, seperti memberikan kemudahan perizinan hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha.
Terbukti, per 2 Desember 2024, Nomor Induk Berusaha (NIB) terbit sebanyak 15.104, jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya 14.207.
Selain kemudahan regulasi, faktor peningkatan infrastruktur fisik dan digital, pariwisata, promosi daerah serta kegiatan lainnya menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modal dan melakukan kegiatan usahanya di Sumenep.
Alhasil, pertumbuhan ekonomi Sumenep bertengger di angka 5,35 persen, melesat dari sebelumnya hanya 3,11 persen di tahun 2023.
“Harapan kami, investasi terus meningkat. Karena kontribusi investasi untuk pertumbuhan ekonomi cukup besar,” pungkas Rahman. (Rifan)

