Celengan Kayu dan Semangat Tak Padam: Kisah Inspiratif Juru Parkir Salamun Menuju Tanah Suci
Surabaya, Nawacita | Cita-cita ingin naik haji dari seorang juru parkir bernama Salamun (64) Jemaah asal Jombang. Salamun ini biasa mangkal di kawasan pertokoan sekitar kampus Universitas Darul Ulum.
Pria tersebut telah memendam keinginan yang kuat untuk menjadi tamu Allah di tanah suci. Dari tahun 2005 Ia menabung, menyisihkan uang hasil juru parkir kedalam celengan kayunya.
“Ya bisa sepuluh ribu, dua puluh ribu. Kadang kalau rezeki, ada orang tiba-tiba memberi uang 50 ribu, itu langsung saya tabung di celengan,” jelas pria asal Dusun Temulawak Desa Kebon Temu Kecamatan Peterongan ini.
Salamun mengisi celengan tersebut dengan keringat mencari rezeki dengan kepanasan dan kehujan dijalanan. Hingga sampai di tahun 2011 Ia memecah celengan tersebut.
Baca Juga: Kisah Haru Mbah Imam Kartam Taselim, Jemaah Haji Tertua yang Penuh Semangat.
“Pada tahun 2011 celengannya telah terkumpul 25 juta. Rasa penuh syukur dan bahagia, dengan uang tersebut langsung saya pakai mendaftar haji,” Ungka Salamun.
Setelah itu Ia mengumpulkan uang lagi untuk melunasi keberangkatan Hajinya. Pertengahan ikhtiarnya, Ia juga berkeinginan berangkat haji bersama istrinya.
“lalu ditahun 2016 mendaftarkan istri saya juga untuk haji, dengan uang tabungan 6 jt,” tambah Salamun.
Akhirnya setelah menunggu 13 tahun lamanya, Salamun dan istri terjadwal menunaikan ibadah Haji di Tahun 2024. Dia tak menyangka meskipun sehari —hari penghasilannya tak tentu, tetapi dia bisa memenuhi kewajiban menunaikan rukun Islam kelima. (Al)

