Bacaan Ayat Seribu Dinar, Amalan Pembuka Pintu Rezeki serta Keutamaannya
JAKARTA, Nawacita – Bacaan Ayat Seribu Dinar, Ayat seribu dinar menjadi trending topik dan banyak dicari oleh pengguna sosial media. Karena akhir- akhir ini memang banyak ustadz yang mengisi ceramah dan diselipkan ayat tersebut.
Perbincangan ini semakin menjadi, lantaran salah seorang artis papan atas yaitu Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa dirinya sering membaca ayat tersebut setiap selesai shalat.
Keistimewaan ayat- ayat Al-Qur’an banyak membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah dapat mendatangkan rezeki, banyak umat islam yang meyakini bahwa ayat seribu dinar adalah salah satu tips untuk bisa sukses lewat jalur langit.
Dalam salah satu unggahan akun instagramnya @prillylatuconsina96 disebutkan “Saya memang menggunakan do’a itu setiap hari untuk rejeki lancar,” ungkap prilly.
“Buat yang muslim, dicari aja seperti apa pembukaan doanya, urutannya apa, lalu ditutup pakai ayat apa, pasti lengkap semua deh. Kalau aku biasanya doa minta, mohon ampunan, bersyukur, ayat seribu dinar,” tambahnya. Jika memang seperti itu, lalu apa keistimewaan dan seperti apa bacaan ayat seribu dinar?
Ayat seribu dinar adalah ayat yang terletak pada bagian dari akhir ayat 2 dan seluruh ayat 3 dari Surat At- Thalaq.
Mendapat julukan ayat seribu dinar disebabkan karena ayat ini diyakini tidak hanya mampu membukakan pintu- pintu rezeki dari segala sisi, melainkan juga dapat meningkatkan ketakwaan umatnya kepada Allah Swt.
Sebelum membahas keistimewaannya, simaklah bacaan ayat seribu dinar berikut ini:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Latin: Wamayyattaqillaha yaj’alahuu makhrojaa wayarzuqhu min khaitsu laa yahtasib, wamayyatawakkal’alallaahi fahuwa hasbuh, innallaha baalighu amrihii qad ja’alallaahu likulli syai in qaadra.
Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Dalam sebuah cuplikan suatu kajian Ustadz Syam mengatakan “Disebutkan dari sahabat Abu Dzar Nabi Muhammad SAW bersabda: Wahai Abu Dzar, aku akan memberitahu tentang suatu ayat, kalau seluruh manusia mengambilnya, mengambil ayat tadi (yakni mengamalkan- Nya), niscaya ia akan tercukupi, karena ayatnya memang berbunyi demikian,” katanya.
Baca Juga: Bacaan Doa Biar Dagangan Laris, Usaha Lancar serta Berkah
Kisah di Balik Ayat Seribu Dinar
Ada kisah penuh hikmah di balik ayat seribu dinar yang perlu dijadikan teladan dan pembelajaran bagi umat Islam. Pada zaman dulu, ada seorang pedagang yang bermimpi bertemui Nabi Khidir as.

Dalam mimpinya itu, laki-laki tersebut disyaratkan untuk bersedekah sebanyak seribu dinar oleh Nabi Khidir as. Pada mulanya dia tidak begitu mengindahkan mimpi yang dialaminya. Namun ternyata ia kembali bermimpi yang sama sebanyak tiga kali.
Setelah itu, laki-laki tersebut berpikir tentang apa yang disyaratkan dalam mimpinya tersebut. Akhirnya dia pun bersedekah sebanyak seribu dinar. Setelah bersedekah, dia kembali bermimpi bertemu Nabi Khidir as. Dia diajarkan ayat kedua dan ketiga surat At-Talaq oleh Nabi Khidir as.
Setelah itu, dia pun mengamalkan ayat tersebut secara rutin. Pada suatu hari, laki-laki tersebut pergi berdagang ke seberang pulau dengan kapal. Di tengah lautan, ombak dan angin besar menggoyahkan kapal. Laki-laki itu pun berusaha untuk tetap tenang sambil mengamalkan ayat yang diajarkan Nabi Khidir as dalam mimpinya.
Saking tingginya ombak, kapal tersebut pun tenggelam. Tidak ada yang selamat kecuali laki-laki tersebut. Setelah badai rela, laki-laki itu bangun dengan keadaan terdampar di tepi pantai yang asing.
Dia pun dibuat terheran-heran lantaran seluruh barang dagangan yang dibawanya ikut terseret bersamanya ke tepi pantai dan tidak rusak sama sekali. Kejadian tersebut membuatnya sadar akan kebesaran Allah SWT dan bagaimana keistimewaan ayat yang selalu diamalkannya. Laki-laki tersebut akhirnya memutuskan untuk menetap di negeri tersebut untuk berdagang.
Dia pun sukses dan menjadi saudagar kaya hingga terpilih sebagai raja. Rezeki yang diperolehnya tak lepas dari ayat yang selalu rutin diamalkannya. Karena kisah inilah, ayat yang diajarkan oleh Nabi Khidir dalam mimpi laki-laki tersebut kemudian dikenal sebagai ayat seribu dinar.
Cara Mengamalkan Bacaan Ayat Seribu Dinar
Dalam kitab-kitab Mujarrobat, para ahli ma’rifah mengamlkan bacaan ayat seribu dinar dengan cara sebagai berikut:
- Berwudhu dan berpakaian rapi dimulai pada malam Rabu. Kemudian membaca ayat seribu dinar setelah shalat maghrib sebanyak 124 kali dan dilanjutkan dengan membaca surat al-Qadr 4 kali dan meniup ke 4 arah: kanan, kiri, atas dan bawah.
- Ulangi cara yang sama di malam berikutnya, yakni malam kamis dan malam jum’at
- Bisa juga diamalkan dengan membacanya sebanyak 3 kali setelah selesai sholat secara rutin dan istiqomah
Demikian ulasan mengenai bacaan ayat seribu dinar beserta kisah di baliknya dan cara mengamalkannya. Semoga bermanfaat.
jpnws.

