Saturday, February 14, 2026

Melihat Pengolahan Cokelat di Galeri Cokelat Majapahit Mojokerto, Pengunjung Bisa Belajar Juga

Melihat Pengolahan Cokelat di Galeri Cokelat Majapahit Mojokerto, Pengunjung Bisa Belajar Juga

Mojokerto, Nawacita – Destinasi Wisata Desa BMJ Mojopahit selain terkenal dengan wisata edukasi dan kolam renang, wisata BMJ kini juga mempunyai destinasi kebun cokelat yang dikelola sendiri.

Letaknya yang berada di Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kini mempunyai pabrik pengolahan cokelat di dalam kawasan wisata. Dengan adanya pengolahan yang dikelola bisa berdampak baik untuk mendongkrak pengunjung.

Alif Wahyu Dewa sebagai Wakil Hilirisasi Cokelat Majapahit mengatakan, pihaknya akan terus melengkapi berbagai fasilitas wisata di Desa BMJ Majapahit salah satunya yaitu dengan adanya wisata terpadu kebun cokelat.

- Advertisement -

“Disebut wisata terpadu karena ditempat ada selain taman hiburan dan kolam renang juga dilengkapi dengan fasilitas edukasi berupa belajar menanam pohon cokelat (kakao) dari mulai pembibitan hingga sampai perawatan,” ucap Alif, Minggu (14/5/2023).

Baca Juga: Mengenal 7 Tugu Tetenger Presiden Soekarno Yang Berada di Kota Mojokerto

Menurutnya, dengan adanya pengolahan cokelat pengunjung akan di untungkan lantaran bisa belajar lebih dalam mengenai tanaman pohon kakao hingga proses pengolahan sampai menjadi cokelat.

“Pengunjung nantinya akan di ajak melihat proses pengolahan cokelat di pabrik dan belajar lebih dalam seputar cokelat,” ujarnya.

Wisata BMJ juga akan menerima dengan senang hati jika ada tawaran dari pihak sekolahan yang ingin bekerjasama dalam bidang edukasi alam untuk menunjang pembelajaran dan aktivitas di luar sekolah mengenai cokelat.

“Saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan sekolah SMKN 1 Dlanggu untuk mengembangkan produk olahan cokelat dan galeri cokelat ini juga berlaku di sekolah lainnya,” ungkapnya.

Masih kata Alif, setiap 20 kilogram biji kakao akan menjadi 16 kilogram cokelat murni, karena di pabrik pengolahan cokelat rata-rata setiap hari mengolah 2 kuintal biji kakao fermentasi untuk diolah menjadi cokelat murni.

Produk olahan yang sudah jadi seperti serbuk cokelat murni tanpa tambahan susu dan gula dijual Rp 150 ribu. Sedangkan cokelat batangan Rp 15.000. “Pengunjung dan pembeli bisa melihat seluruh hasil olahan cokelat ini ditampung di galeri cokelat, ada sekitar 35 produk,” paparnya.

Dalam proses produksi dan pengolahan kami selalu melibatkan warga setempat sehingba semua produk cokelat Majapahit itu diolah oleh karyawan yang seluruhnya warga setempat.

Baca Juga: Rayakan 200 Tahun, Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Tampilkan Berbagai Macam Pertunjukan Kesenian dan Kebudayaan

“Kita selalu pakai minyak cokelat untuk membuat cokelat murni hasil tekstur lebih lembut dan enak. Kalau minyak nabati itu cenderung cokelat lebih keras dan untuk pengolahan pascapanen kakao fermentasi ada enam tahap sebelum menjadi bubuk yakni disangrai, digiling di dalam mesih, hingga menjadi serbuk cokelat,” terangnya.

Alif menambahkan, selain pabrik pengolahan disini juga terdapat galeri cokelat yang nantinya bisa menjadi peluang bisnis besar jika saja terdapat di seluruh kecamatan Kabupaten Mojokerto.

“Produk olahan berupa cokelat Majapahit tersebut bisa menjadi alternatif terbaru untuk oleh-oleh jika berkunjung ke Mojokerto,” katanya.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru